BETANEWS.ID, SOLO – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) tampak menjajakan jualannya di depan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Beberapa dari mereka mengaku sudah mulai berjualan sejak masjid diresmikan pada November 2022 lalu. Produk yang dijual pun beragam, seperti makanan, camilan, pakaian, cinderamata, hingga pernak-pernik.
Masjid tersebut seolah jadi ladang rezeki baru bagi warga yang berprofesi pedagang. Bahkan, dengan ramainya pembeli, bukan tidak mungkin jumlahnya akan bertambah.
Salah satu pedagang, Bambang Waskito (61) mengaku sudah berjualan bersama anaknya sejak masjid diresmikan pada November 2022 lalu. dengan dibukanya masjid saat ini, ia mengungkapkan bahwa penjualan sangat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah wisatawan.
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Solo, Setiap Hari Dipadati Ribuan Warga
Dengan lokasi yang di pinggir jalan itu, Bambang merasa tidak ada terganggu arus lalu lintas. Sebab, tempat yang digunakan untuk berjualan sudah berada di luar bagian jalan. Apalagi, pihak RT setempat sudah mengizinkan jika ada warganya yang ingin berjualan di sana.
“Ini kan di pinggiran batas dan ini kan sudah ada izin dari RT setempat. Harapannya ya kalau ini nanti dijadikan satu dan ada tempatnya ya kita manut aja nanti. Kabarnya kemarin mau dikavling gitu tempatnya, ya kita manut saja. Dari ketua RT 005,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (4/3/2023).
Bambang mengungkapkan bahwa rencana tersebut sudah diumumkan kepada masyarkat setempat sekitar 2-3 bulan lalu. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum terlaksana.
“Ya harapannya nanti kita tinggal nempati terus tinggal kita bayarnya berapa gitu aja, tapi diutamakan RW 13 dan RW 15 dari Kelurahan Gilingan. Karena yang kawasan sana (Utara) kan bukan dari warga sini, banyak yang depan hotel ke sana (Utara),” katanya.
Pedagang lain, Sriwati (25) mengaku juga menerima pemberitahuan tersebut. Ia sebenarnya mengaku tidak terlalu nyaman dengan kondisi lokasi jualannya saat ini yang berada tepat di pinggir jalan.
“Ya kalau dibilang terganggu sih iya, Cuma memang adanya kan kaya gini, ya ndak papa. Kata Pak RT sih emang ada (rencana pembangunan lokasi jualan untuk PKL warga setempat), cuma nggak tahu kapan,” ujar Wati.
Baca juga: Pemkot Solo Sediakan Shuttle Bus untuk Pengunjung Masjid Sheikh Zayed dari Luar Kota
Dengan bertambahnya wisatawan, penjualannya juga semakin mengalami peningkatan. Ia juga berharap agar kedepannya ada lokasi jualan khusus agar pedagang, pembeli, serta pengendara yang hendak masuk ke masjid nyaman.
“Ya semoga aja sih harapannya ke depannya bisa ada yang buat khusus jualan biar rapih gitu. Kalau di sini kan agak beratakan,” harapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka telah berkoordinasi dengan pihak masjid terkait penataan PKL. Ia mengatakan, nantinya akan disediakan tempat bagi para pedagang.
“Nanti akan kami sediakan tempat sendiri ya, tadi sudah dibahas sama pengurus masjid, nanti akan kami sediakan tempat,” kata Gibran.
Editor: Ahmad Muhlisin

