BETANEWS.ID, PATI – Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB, ribuan kendaraan mulai Jalan Lingkar Pati hingga sepanjang jalan ke arah Rembang tampak berjejer tak bergerak. Seorang pria tampak mengelilingi mobil truk sambil mengecek baut. Dia tak lain adalah Muhammad Said (37), sopir truk yang sudah lebih dari satu jam terjebak macet di sana.
Said sapaan akrabnya, sudi berbagi cerita kepada Betanews.id tentang kondisi di jalan tersebut. Menurut informasi yang dia dapat dari temannya, untuk melewati kemacetan itu membutuhkan waktu hingga 24 jam.

Baca juga: Ganjar Tinjau Perbaikan Jalan Kudus-Pati Depan PT Pura yang Rusak Parah
“Kata teman saya paling cepat 24 jam. Ini saya dari Bandung mau ke Surabaya. Kemarin dari timur saya lewat Purwodadi, tapi katanya sana macet juga, jadi baliknya lewat sini,” ujar warga Lodan Kulon, Sarang, Rembang itu.
Said juga membeberkan, sebelumnya pada hari Senin (27/2/2023), dirinya juga melintasi jalur tersebut dan terkena macet. Namun, menurut Said, kemacetan tidak separah saat ini.
“Kalau hari Senin lalu saya macet lima jam. Jadi belum separah ini. Ini lebih panjang dan tidak bergerak dari tadi,” bebernya.
Selain karena ada pembangunan jembatan, menurut Said, kemacetan itu juga diperparah dengan jalan yang rusak. Ia menyayangkan proses pembangunan jembatan yang terbilang lambat.
“Perbaikan lambat. Jembatan yang di Demak saja sudah selesai kok. Harapannya cepet diperbaiki agar kerjanya enak,” kata Said.
Senada dengan Said, Mulyono (41) yang juga terjebak macet di sana mengaku mendapat informasi, bahwa sudah tiga hari jalan tersebut macet parah. Ia memperkirakan, kemacetan lebih dari 15 kilometer.
Baca juga: Hati-Hati, Banjir di Jalan Tanjungkarang Bikin Banyak Motor Mogok dan Macet Panjang
“Info dari teman ada yang bilang 12 jam, ada juga yang bilang 15 jam. Pengalaman-pengalaman sebelumnya paling sekitar lima jam. Tapi tidak sepanjang ini,” tambah warga Banjarnegara, Jawa Tengah itu.
Mulyono juga berharap agar segera ada perbaikan jalan-jalan yang rusak. Selain itu juga mempercepat pembangunan Jembatan Juwana.
“Segera diperbaiki lah, agar ekspedisi bisa bekerja lancar. Kalau seperti ini kan pada rugi,” harapnya.
Editor: Kholistiono

