BETANEWS.ID, KUDUS – Di ruas Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, kembali tergenang banjir yang akibatkan kemacetan panjang di sepanjang jalur tersebut. Bahkan, terlihat banyak kendaraan sepeda motor mogok karena nekat menerjang banjir. Pantauan Betanews.id, genangan air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Salah satu pengendara yang motornya mogok adalah Hartini. Ia menyebut, motornya mati bukan karena banjir, melainkan karena struktur jalan yang rusak.

“Motor saya macet bukan karena banjir, tapi karena jalannya rusak. Karena material yang ada di jalan ini ditambah dengan pengurugan material koral yang membuat motor seperti tidak bertenaga. Padahal saat saya berangkat tadi tidak macet seperti ini,” beber Hartini kepada Betanews.id, Jumat (3/3/2023).
Baca juga: Jeritan Warga Payaman Kudus, Kurun Waktu 2 Bulan Sudah Ngungsi Dua Kali Karena Banjir
Dia berharap, semoga banjir cepat surut, agar lalu lintas berjalan lancar, serta jalan cepat diperbaiki. Ia juga mengungkapkan, bahwa jalur tersebut sering macet karena genangan air. Bahkan, menurutnya, kemacetan yang terjadi cukup panjang dari Desa Wates hingga Proliman Tanjungkarang.
Hal sama juga dikatakan Fian. Warga Grobongan itu tak bisa menghindari banjir yang berujung motornya mogok karena tak tahu kalau daerah itu banjir.
“Kebetulan saya baru lewat sini. Karena sudah lama tidak lewat sini dan saya tidak tahu kalau di sini banjir. Kebetulan saya bawa matic dan saat melintas kayak tidak ada tenaga. Katanya kemarin baru ada pengurugan jalan dan saat ada genangan air seperti ini malah jadi licin dan motor jadi tidak bertenaga,” katanya.
“Sebenarnya motor masih hidup, hanya saja vanbel-nya muter saja tidak mau jalan,” tuturnya.
Baca juga: Jengah Jadi Langganan Banjir, Kades Karangrowo Kudus Minta Pemerintah Serius Tangani Banjir
Ia menuturkan, jalan yang tergenang air tersebut juga mengakibatkan kemacetan hingga 1 kilometer. Sebab dari selatan juga banjir dan membuat macet tak terhindarkan.
Pengamat ruas Jalan Jati-Klambu dari BPJ wilayah Pati Bina Marga Jateng Budi Utomo mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pengurugan dengan maksimal sesuai dengan petunjuk kantor. Sampai saat ini, untuk pengurugan di area banjir ditunda terlebih dahulu karena hal itu bisa membuat bahasa bagi pengendara.
“Kami kemarin sudah melakukan pengurugan dengan sandbag tapi ini tidak menjadi solusi karena di lapangan saat ada genangan air seperti ini malah membahayakan bagi pengendara, bahkan banyak motor yang mogok. Saat ini untuk pengurugan kami tunda dulu sampai genangan air di sini hilang,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

