BETANEWS.ID, KUDUS – Perbaikan jalan dan jembatan rusak di jalur Pantura Timur Jawa Tengah khususnya jalur Semarang-Demak-Jepara-Kudus-Pati-Rembang ditargetkan rampung H-10 Lebaran.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Jateng-DIY, Wida Nurfaidah mengatakan, sejumlah pekerjaan peningkatan jalan saat ini dilakukan di sejumlah titik, mulai Semarang, Demak, Trengguli, Jepara dan Kudus sepanjang 58 kilometer. Selain itu, ada juga pekerjaan di sejumlah titik ruas Kudus, Pati, Rembang sepanjang 119,8 kilometer.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat terkait dampak perbaikan ruas jalan dan jembatan di Pantura Timur ini. Kami sudah jungkir balik agar sejumlah pekerjaan bisa selesai H-10 Lebaran,” ungkapnya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau proyek Jembatan Juwana, Jumat (4/3/2023).
Baca juga: Pemprov Jateng Siapkan Rp437 Miliar untuk Perbaikan Jalan, tapi Jalan Provinsi di Kudus Tak Kebagian
Pihaknya juga sudah memberikan sejumlah solusi, di antaranya membuat jalur pengganti. Namun, jalur itu hanya bisa digunakan untuk kendaraan kecil dan tidak bisa untuk kendaraan besar seperti kontainer.
“Kami juga sudah koordinasi dengan Dirlantas Polda Jateng untuk mengurai kemacetan di titik-titik perbaikan,” terangnya.
Secara keseluruhan, Wida menerangkan jika proyek perbaikan jalan Pantura Timur sudah masuk dalam kontrak proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Rehab mayor atau full rekonstruksi sudah dilakukan sejak 2022 lalu dan selesai 2024.
“Namun pelaksanaanya bertahap, misalnya tahun 2022 berapa kilometer, tahun 2023 berapa dan seterusnya. Kami fokus pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah dahulu, khususnya di Pantura Timur karena tidak ada akses lain di jalur ini,” ucapnya.
Baca juga: Ganjar Tinjau Perbaikan Jalan Kudus-Pati Depan PT Pura yang Rusak Parah
Selain peningkatan jalan, beberapa ruas jalan yang rusak tapi tidak masuk dalam kontrak perbaikan akan diperbaiki menggunakan sistem tambalan cepat mantap. Perbaikan yang sifatnya nonpermanen itu akan terus dilakukan untuk mengurangi risiko akibat kerusakan jalan.
“Masih banyak ruas jalan yang harusnya ada peningkatan, namun karena keterbatasan anggaran sehingga tidak bisa. Kami minta maaf kepada masyarakat, tapi kami berupaya melakukan penambalan sementara agar tidak membahayakan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

