Cerita Pasangan Suami Istri di Kudus yang Dapat Nilai Tertinggi Tes Seleksi Perades

BETANEWS.ID, KUDUS – Ada sisi lain yang cukup menarik dari perhelatan tes seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kudus yang digelar pada 14 Februari lalu. Seperti halnya yang ada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Di desa tersebut, pasangan suami istri yang mengikuti seleksi perangkat desa mendapatkan nilai tertinggi dalam tes perangkat desa. Berbeda dengan desa lainnya yang tesnya menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), di Desa Ngembalrejo, pelaksaan tes menggunakan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Adalah Mukhamad Rifail Anam (27) dan Novia Rosalina (27). Pasangan suami istri ini, mengikuti seleksi perangkat desa dengan formasi kepala dusun (Kadus). Untuk Anam mengisi formasi Kadus Botokidul dan istrinay Kadus Ngetuk.

-Advertisement-

Baca juga: Disebut Lebih Transparan, Tes Pengisian Perangkat Desa Ngembalrejo Kudus Gunakan Metode LJK

Keduanya sangat senang dengan hasil tes seleksi Perangkat Desa Ngembalrejo yang menempati dua formasi dari empat formasi yang dibutuhkan.

“Saya sebagai Kadus Botokidul dan istri sebagai Kadus Ngetuk. Saya sangat bersyukur sekali karena kami bisa lolos. Karena awalnya kami mendaftar tidak menargetkan bisa lolos semua, setidaknya saya atau istri yang bisa lolos, tapi Alhamdulillah malah lolos semua,” kata pria yang akrab disapa Anam kepada Betanews.id, Kamis (16/2/2023).

Untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi perangkat desa, kata Anam, sebelumnya ia belajar di bimbel selama kurang lebih dua pekan, yakni untuk satu pekannya ada dua pertemuan. Bahkan, menurutnya tes yang diikutinya itu tak mudah.

“Selama dua Minggu sebelum tes saya dan istri belajar bersama, terkadang saat belajar ada kendala juga, karena saya punya anak yang terkadang ikut nimbrung. Tapi itu tidak menjadi hambatan agar kami bisa mengerjakan dengan lancar saat tes,” bebernya.

“Untuk soalnya saya rasa juga agak sulit, bahkan orang awam yang tidak mengikuti bimbel mungkin tidak bisa menjawab dengan tepat,” imbuhnya.

Baca juga: Istrinya Gagal jadi Perangkat Desa Gegara Nilai Tes Berubah Hingga Tiga Kali, Huda Lakukan Sanggah

Anam yang mengikuti tes perades formasi Kadus Botokidul bersaing dengan 10 orang lainnya dengan hasil tertinggi 81,33. Sedangkan Novia istrinya tes perades formasi Kadus Ngetuk bersaing dengan 6 orang lainnya dengan hasil tertinggi 76,0.

“Uniknya satu hari menjelang tes, saya sempat mau bertukar formasi kerena melihat pesaing. Tapi hal itu tidak jadi karena saya tahu orang dusun Botokidul merupakan orang dengan berpendidikan tinggi dan pintar-pintar. Akhirnya saya yang di formasi Kadus Botokidul dan istri yang di formasi Kadus Ngetuk,” terang pria yang tercatat warga Desa Ngembalrejo RT 1/4, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER