Meski Berkali-Kali Gagal, Ayu Tak Patah Arang Racik Minyak Balur untuk Kesehatan Sang Buah Hati

BETANEWS.ID, KUDUS – Konsep budaya masyarakat Jawa pada zaman dahulu ‘banyak anak banyak rezeki’ ternyata dirasakan Ayu Khomariani (37). Berawal dari kelahiran anak ketiga yang tidak bisa mendapat ASI eksklusif, membuatnya khawatir akan daya tahan tubuh sang buah hati. Ditambah lagi waktu itu sedang banyak beredar informasi gagal ginjal akibat sirop anak.

Ayu sapaan akrabnya mengaku cemas dan berusaha mencari obat herbal yang cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh anaknya. Dia tidak ingin anak-anaknya rentan sakit dan sering minum obat kimia.

“Awalnya kami mencoba beberapa produk tapi belum menemukan yang cocok. Mulai dari baunya seperti jamu, lengket hingga kurang meresap. Lalu saya dan suami penasaran dan melakukan riset untuk membuat produk sendiri,” terang ibu tiga anak itu.

-Advertisement-
Khamsa, Minyak Balur Keluarga. Foto: Ahmad Rosyidi.

Ayu mengaku butuh dua bulan untuk riset mencoba berbagai produk yang ada di pasaran. Dia mempelajari komposisi serta kekurangan dan keunggulan produk-produk itu. Setelah mengantongi hasilnya, kemudian ia mulai memproduksi dan melakukan uji coba kepada keluarga.

Meski sudah memiliki banyak informasi, membuat produk baru ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. Ayu harus mengalami tujuh kali gagal selama melakukan uji coba. Hingga akhirnya kegigihan Ayu membuahkan hasil pada percobaan ke delapan, dia menemukan komposisi yang tepat.

Baca juga: Anak Sakit Jangan Paksa Anak Minum Obat ya Mom, Pakai Khamsa Aja

“Kita kumpulin informasi, kemudian kita bikin formula untuk membuat produk baru. Jadilah beberapa sampel, kita uji coba ke anak-anak sendiri. Setelah delapan kali uji coba akhirnya ketemu yang cocok. Dari beberapa sampel komposisinya sudah sama, tapi aroma dan lengketnya dicari yang maksimal,” kata Ayu.

Ia juga membeberkan, bahwa anak-anaknya pernah protes saat menggunakan produk sampel itu. Mereka merasa tidak nyaman karena ada yang terlalu lengket, ada juga yang aromanya terlalu menyengat. Bahkan anak pertamanya menolak menggunakan karena malu dengan baunya.

“Tetap tak paksa sambil memberi pengertian agar sehat. Tentu sambil kami perbaiki formulanya. Alhamdulillah pas musim hujan anak-anak masih pada sehat, meski teman-temannya banyak yang sakit. Kemudian saat anak sakit batuk pilek, dua hari bisa sembuh. Pas demam dibaluri minyak ini dalam hitungan jam terus turun. Alhamdulillah kita bisa membuat produk yang ajaib,” ceritanya sambil tersenyum.

Tak hanya anak-anak, dia juga melakukan uji coba kepada orang tua dan saudara-saudara juga. Dan menurut Ayu, kasiat minyak balur racikannya itu juga sudah terbukti saat digunakan orang dewasa.

“Orang tua saya yang tangannya dulu sering kesemutan sekarang alhamdulillah sudah mendingan. Sudah jarang kesemutan lagi setelah rutin diolesi minyak Khamsa ini,” kata Ayu, saat ditemui di rumahnya beberapa hari lalu.

Suami Ayu, Andi Khoiruddin(37) juga menambahkan, bahwa perjuangannya membuat produk tersebut memang tidak mudah. Dirinya bahkan sempat ditolak beberapa perusahaan yang diajak bekerja sama. Bahkan ia keliling ke 10 perusahaan yang ada di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.

“Kami kunjungi ke pabriknya. Kebanyakan tidak menerima produksi skala kecil sesuai kemampuan kami. Akhirnya kami menemukan produsen yang mau menerima produksi skala kecil. Dan mulai kami produksi di bulan Januari 2023 kemarin,” terang warga Desa Krandon RT 05 RW 01, Kecamatan Kota, Kudus itu. (Advertorial)

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER