Safari Sastra Yudhistira Singgah di Kudus, Bangkitkan Nyali Anak Muda untuk Berkarya

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyair serta Sastrawan kelahiran dari Subang, Jawa Barat, Yudhisthira NAM Massardi menggelar safari sastra berkeliling ke delapan kota di Pantura. Safari itu, ia lakukan sebagai bentuk kecintaannya terhadap dunia sastra meskipun kini sudah memasuki usia senja.

Safari sastra yang ia lakukan, sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021, berawal dari beberapa kota di Jawa Tengah yaitu Tegal, Magelang, Semarang, Solo, dan Jogja. Kemudian di tahun 2022, tepatnya di bulan Juli, ia kembali melakukan safari sastra berkeliling tujuh kampus yang ada di kota Tasikmalaya dan Bandung.

Guru dan siswa SMAN 2 Kudus saat mengikuti acara Safari Sastra Yudhistira, Rabu (15/2/2022). Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Bincang Filsafat Forum Kalen, Bongkar Filsafat Hidup ala Michael Henry

-Advertisement-

Mengawali tahun 2023, Yudhistira kembali melakukan safari sastra bertajuk “Senandung Cinta Pantura” yang diawali dari SMAN 2 Kudus pada Rabu (15/2/2023). Untuk selanjutnya, dia bersama timnya yang terdiri dari Lady Rocker Renny Djajoesman, Wita Yudarwita, Siska Yudhistira, beserta Trio Gayatri (Eki Naufal, Nadzar Tohary, Moch Reva) akan melanjutkan perjalanan menuju Jepara, Pati, Rembang, Demak, Pekalongan, Pemalang, dan berakhir di Cirebon.

Yudhistira sebelum membacakan karya-karya puisi dalam buku sajaknya bercerita, bahwa hal yang mendasari ia melakukan safari sastra disebabkan oleh kegelisahan melihat perkembangan dunia satra yang sempat redup, bahkan hampir mati ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh warga dunia.

Sehingga dengan semangat yang masih terus dipupuk, ia berharap, safari yang dia lakukan dapat memunculkan geliat berkesenian, khusunya dalam bidang sastra dan menulis. Karena bagi Yudhistira, menulis merupakan salah satu cara agar seseorang dapat dihargai dan diingat oleh masyarakat.

“Minat baca dan tulis generasi sekarang ini sedang sangat menyedihkan. Sehingga saya berusaha untuk membangkitkan kembali nyali serta gairah dalam hal satra,” ujar laki-laki yang juga pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa majalah sejak tahun 70 sampai tahun 2000-an tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Yudhistira juga membacakan beberapa karya puisi dalam sajaknya, yaitu Sajak Sikat Gigi (1983), 99 Sajak (2015), serta Jangan Lupa Bercinta yang ia tulis di tahun 2020. Dua sajak terakhirnya juga selalu memenangkan penghargaan Karya Puisi Terbaik.

Meskipun ia kini sudah berusia senja, tetapi semangat dan kecintaannya terhadap sastra justru semakin meningkat. Sebab, selama 17 tahun terakhir, dia sempat vakum dalam dunia satra karena membantu istrinya, Siska Yudhistira mengelola sekolah gratis bagi kaum dhuafa.

Baca juga: Inilah Puisi-Puisi Karya Yit Prayitno, Jurnalis Cum Sastrawan di Kudus

“Dari sejak muda, saya sudah berani berbeda, sehingga berani juara. Semakin tua juga tidak takut menjadi juara,” tambahnya.

Acara Safari Sastra Yudhistira sendiri digelar di Stadium Indoor SMA Negeri 2 Kudus yang dihadiri oleh ribuan siswa dan siswi SMAN 2 kudus. Acara tersebut berlangsung dengan meriah diiringi oleh beberapa penampilan dari tim musikalisasi puisi SMA 2 Kudus, serta beberapa guru yang unjuk kebolehan dengan ikut membawakan beberapa tembang lagu.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER