BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan motor tampak terparkir rapi di Taman Menara Kudus. Kendaraan tersebut tampak terpasang nomor antrean atau yang biasa disebut peron berada tepat di plat nomor. Dengan aturan itu, mereka harus menunggu giliran untuk membawa penumpang. Bahkan menurut salah satu Tukang Ojek Menara, Andri Surya Wigamayanti (49) dirinya harus menunggu berjam-jam sejak subuh demi mengangkut peziarah.
“Setiap harinya kami (Ojek Menara) memang selalu mengambil peron atau nomor antrean sebelum jam 6 pagi. Bahkan subuh itu sudah banyak yang antre agar bisa dapat nomer 1 sampai 50. Karena rombongan bus itu biasanya mengangkut sampai 50 penumpang,” beber Andri kepada Betanews.id di sela kesibukannya, Kamis (26/1/2023).

Ia menjelaskan, dengan perjuangan rela antre selama 2 jam itu, ojek Menara bahkan bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga Rp300 ribu di kala bulan-bulan ramai. Namun jika sepi, ia pernah dalam sehari hanya dapat membawa satu penumpang saja, itu pun menurutnya juga ada kendala ban bocor saat membawa penumpang.
Baca juga: Kisah Yanti Nekat Ambil Kerjaan Tukang Ojek Menara Demi Nafkahi 2 Anaknya
“Ya disyukuri saja lah mas, karena kan memang tidak setiap hari itu dapat penghasilan banyak terus. Pernah itu bisa bawa Rp300 ribu sehari saat bulan-bulan ramai pokoknya. Itu sampai tidak bisa beristirahat, karena banyak pengunjung,” tutur ibu dua anak tersebut.
Ia menyebut, bulan-bulan ramainya pengunjung yang ziarah kubur ke Makam Sunan Kudus di antaranya Bulan Rajab, Syakban, Zulhijah, Rabiul Awal, dan Muharam. Bulan-bulan tersebut yang sangat ditunggu bagi para ojek Menara di sana tak terkecuali Yanti.
Baca juga: Agar Tak Semrawut, Pemkab Kudus Berencana Keluarkan Perbup untuk Tata Ojek Menara
Saat ini, kata Andri, tarif ojek dari Taman Menara ke Terminal Bakalankrapyak itu Rp10 ribu per orang. Menurutnya, ada dua kelompok antara pagi dan malam hari yang menjadi Tukang Ojek Menara di sana. Yang membedakan itu warna rompi yang dipakai anggota. Kalau pagi rompi berwarna cokelat yang beroperasi mulai pukul 6.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.
“Sedangkan untuk kelompok malam memakai rompi berwarna hijau yang beroperasi mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 6.00 WIB,” jelas warga Desa Damaran RT 2 RW 1, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

