31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Kisah Yanti Nekat Ambil Kerjaan Tukang Ojek Menara Demi Nafkahi 2 Anaknya

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang dengan rompi Ojek Menara terlihat menunggu penumpang di area Taman Menara Kudus. Di antara ratusan pria itu, ada seorang wanita yang tampak tak canggung bekerja dengan mereka. Dia adalah Andri Surya Wigamayanti, satu dari lima wanita yang bekerja sebagai tukang ojek.

Andri begitu ia akrab disapa menuturkan, menjalani pekerjaan sebagai tukang ojek Menara sudah ia mulai sejak setahun terakhir, lantaran pekerjaan sebelumnya terimbas pandemi. Ia nekat ambil kerjaan itu demi membantu sang suami menafkahi kedua anaknya.

“Anak ada dua masih proses belajar semua. Satu kuliah dan satunya lagi baru SMP. Tentu itu akan membutuhkan banyak uang. Ya hitung-hitung membantu suami mencari rezeki untuk anak dan supaya dapur bisa tetap mengepul,” beber Andri kepada Betanews.id, Kamis (26/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Nur Berkali-kali Bangkrut hingga Kini Punya 6 Lapak Bubur

Kerjaan tukangojek itu ia pilih karena hanya itu yang terlintas di pikirannya. Meski ada pekerjaan lain seperti berwirausaha, dirinya juga tidak mempunyai modal yang cukup, bahkan ia juga belum berani berspekulasi untuk terjun ke dunia wirausaha.

“Kalau wirausaha itu terbentur modal. Sementara untuk mencari modal itu juga butuh spekulasi dan saya itu tidak berani untuk berspekulasi. Ya nyari jalur aman saja, cari yang jelas-jelas saja, narik penumpang dapat uang gitu aja,” tuturnya sambil tersenyum.

Wanita berusia 49 tahun itu juga tak takut dengan risiko di jalanan. Bahkan, ia tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari dengan santai meski di sekelilingnya atau rekan seprofesinya itu didominasi oleh pria.

Ia mengaku, awal pertama gabung dengan ojek Menara itu tidak diperbolehkan suaminya yang juga sebagai ojek di sana. Tekad kuatnya lah yang akhirnya meluluhkan hati suaminya.

Baca juga: Demi Sang Ibu, Fitri Rela Tinggalkan Usahanya yang Beromzet Jutaan Rupiah per Hari dan Beralih Jualan Sosis Bakar

“Kebetulan suami saya juga ojek di sini, jadi beliau juga tahu bagaimana lingkungan di sini, akhirnya ya setuju dan harus setuju. Karena saya niatnya juga ingin mencari rejeki yang halal demi keluarga,” ungkap warga Desa Damaran RT 2 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu.

Saat ini, kata Andri, tarif dari Taman Menara ke Terminal Bakalankrapyak itu Rp10 ribu per orang. Setidaknya dalam sehari ia bisa membawa tiga penumpang jika sepi, jika ramai pada bulan-bulan tertentu sehari bisa sampai 30 orang. Bulan-bulan ramai penumpang itu pada Rajab, Syakban, Zulhijah, Rabiul Awal, dan Muharam.

“Kalau sepi ya kadang sehari satu orang, kadang ya tiga orang. Tapi kalau ramai seperti kemarin itu bisa maksimal 30 orang. Itu tidak ada yang nganggur, habis narik sampai sini sudah ada penumpang lagi, begitu terus,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER