BETANEWS.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan strategi baru dalam penanganan kemiskinan dan persoalan stunting. Ganjar akan membuat program mikro targeting dengan menggandeng kepala desa hingga camat di wilayahnya.
“Kita harapkan bisa ketahuan dengan detil, yang miskin siapa, datanya di mana saja, jumlahnya berapa, intervensinya seperti apa. Dan kalau sudah ada, penanganannya mesti dilakukan secara kolaboratif,” ucapnya usai menghadiri acara Rakornas Forkopimda 2023 di Sentul, Bogor, Selasa (17/1/2023).
Selama ini kata Ganjar, program penanganan kemiskinan dan stunting sudah berjalan dengan baik di Jawa Tengah. Namun, pascapandemi ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan.
Baca juga: Dari 290 Ribu Warga Miskin di Brebes, 28.395 Orang Masuk Kategori Miskin Ekstrem
“Tapi kami tetap siaga. Maka insyaallah mulai minggu ini kami akan roadshow di beberapa tempat dan memberikan penugasan pada kawan-kawan kades untuk mendata dengan detail. Camat saya minta mengkoordinasikan dan masing-masing bupati akan bertanggungjawab di daerah-daerahnya,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Ganjar juga menyoroti tentang pesan presiden bahwa investasi mesti dipermudah. Juga penggunaan APBD dan APBN bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi, pengangguran dan kemiskinan.
“Maka harapannya, setelah pengarahan ini kami semua akan makin solid dan siap untuk betul-betul menghadapi 2023 lebih pasti, lebih terukur dengan target yang lebih jelas,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

