Bangunan Cagar Budaya Bekas Kepatihan Mangkunegaran Dirobohkan, Gusti Bhre Bilang Gini

BETANEWS.ID, SOLO – Bekas Pendapa Kepatihan Mangkunegaran yang berlokasi di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo dibongkar dan kini telah rata dengan tanah. Dari informasi yang didapat betanews.id, lokasi terebut akan dibangun penginapan oleh pemiliknya. Saat ini, bahkan sudah ada puluhan pondasi yang baru selesai dibuat.

Salah seorang warga yang pernah menempati lokasi tersebut mengatakan, rencananya sang pemilik ingin meninggikan pondasi pendapa.

“Dengar-dengar pondasi pendapa mau ditinggikan,” ujar warga yang tak mau disebut namanya itu, Jumat (12/1/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Soal Revitalisasi Keraton, Gibran Masih Tunggu Pendanaan dan Masterplan

Ketika ditanya soal kapan bangunan bersejarah tersebut dibongkar, warga itu mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia mengatakan bahwa bangunan tersebut berstatus Bangunan Cagar Buaya (BCB).

”Pendapanya sudah dibongkar. Padahal ada plakatnya cagar budaya. Dulu letaknya ada di depan pendapa bagian sisi Timur,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum lokasi tersebut diratakan, beberapa waktu lalu sempat dilakukan pemberian ganti rugi kepada 30 keluarga yang tinggal di kawasan itu. Besarannya Rp30 juta untuk luasan tanah 200 meter. ia menyebut, kebanyakan warga yang menerima ganti rugi hanya memiliki rumah kecil.

”Sebelum dikosongkan ada ganti rugi dari pemiliknya. Kalau keluarga saya dapat ganti ke Mojosongo dan uang Rp30 juta. Setelah warga sudah pindah sepertinya baru dibongkar,” katanya.

Baca juga: Revitalisasi Keraton Solo Terganjal Konflik Internal, Gibran Alihkan ke Kawasan Baluwarti

Saat dikonfirmasi, KGPAA Mangkunegara X atau GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengaku baru tahu kabar perobohan pendopo itu dari media massa. Menurutnya, pengelolaan pendapa dan lingkungannya memang dilakukan oleh pihak lain.

“Sikap atau apapun itu setelah situasinya lebih jelas. Itu kita lihat dari cagar budaya.  Saya belum bisa bicara terlalu banyak karena belum melihat kondisinya. Kita lihat dulu seperti apa, kita lihat nanti,” ujarnya.

Sebagai informasi, kawasan bangunan yang sering disebut Dalem Tumenggungan ini juga pernah digunakan sebagai gedung taman Taman Kanak-Kanak (TK) sejak 1943 hingga 2014. Selain itu juga digunakan sebagai lokasi berdirinya radio amatir milik pribumi pertama di Indonesia oleh Mangkunegara VII dan koleganya pada 1 April 1933, yakni Solo Radio Vereening (SRV) yang mengudara pada 5 Januari 1934.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER