Dua Pekan Mengungsi, Korban Banjir di Kudus Mengaku Jenuh

BETANEWS.ID, KUDUS – Posko banjir di Balai Desa Jati Wetan terlihat masih penuh dengan pengungsi. Para pengungsi tampak di antaranya sedang tiduran sambil berkipas tangan. Ada juga yang mengobrol satu sama lain, serta ada yang bengong. Raut jenuh tampak kentara di wajah para pengungsi tersebut.

Satu di antaranya yakni Kuswati. Dia mengaku sudah mengungsi selama dua pekan. Hal itu dilakukan karena rumahnya terendam banjir setinggi satu meter. Dua pekan mengungsi, ia mengaku sudah sangat jenuh.

“Sebenarnya sudah jenuh di pengungsian. Tapi bagaimana lagi, rumah saya masih kebanjiran dan belum bisa pulang,” ujar Kuswati kepada Betanews.id, Rabu (11/1/2023).

-Advertisement-
Korban banjir yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: 10 Hari Banjir Kudus, Hartopo Sebut Persediaan Logistik di Posko Pengungsian Mulai Menipis

Perempuan yang tercatat sebagai warga Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus tersebut mengungsi bersama suami dan anaknya. Sebenarnya, lanjut Kuswati, banjir di dukuhnya mulai surut tapi tidak signifikan.

“Sebenarnya banjir sudah berkurang tapi tidak banyak, serta rumah kami juga masih kebanjiran. Sehingga, saya dan kelurga belum bisa pulang,” bebernya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh pengungsi lain yakni Wahyuningsih. Dia mengaku baru delapan hari mengungsi, tapi sudah jenuh dan berharap agar banjir segera surut.

“Sudah jenuh mas. Pinginnya banjir segera surut dan pulang ke rumah,” ujar perempuan yang tinggal di Perumahan Barisan tersebut.

Dia mengatakan, sebenarnya banjir di kampungnya sudah surut. Namun, akses jalannya masih terendam sekitar 50 sentimeter, dan lantai rumahnya juga masih tergenang.

“Meski jenuh di pengungsian, kami harus tetap bertahan. Sebab rumah dan akses jalannya masih tergenang,” bebernya.

Baca juga: Aula DPRD Kudus Dijadikan Tempat Pengungsian Korban Banjir, Makannya Disajikan Secara Prasmanan

Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Agus Susanto mengatakan, saat ini pengungsi di balai desa ada 275 jiwa. Berkurang tiga orang karena rumah mereka sudah tak tergenang banjir lagi.

“Jumlah pengungsi tadinya 278 jiwa. Hanya berkurang tiga orang saja. Kebetulan satu keluarga itu rumahnya di pinggir jalan, jadi cepat surutnya,” ujarnya.

Untuk banjir, lanjut Agus, memang sudah surut tapi tidak signifikan, hanya antara lima sampai delapan sentimeter saja. Dengan kedalaman air banjir masih 30 sentimeter sampai 80 sentimeter.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER