Tanggapi Aksi AMPK yang Tuntut Pemberhentian Dirinya Jadi Anggota Dewan, Sandung: ‘Mereka Perlu Belajar’

BETANEWS.ID, KUDUS – Massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Kudus (AMPK) melakukan aksi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus pada Kamis (29/12/2022) kemarin. Mereka menuntut agar pimpinan DPRD Kudus segera memberhentikan dua anggotanya dari Fraksi Gerindra yakni Sulistyo Utomo dan Sandung Hidayat.

Acuan massa AMPK, pemberhentian Sulsityo Utomo dan Sandung Hidayat sudah dibacakan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus di sidang Paripurna tanggal 31 Oktober 2022. Menanggapi hal itu, Sandung Hidayat mengatakan, bahwa mereka perlu belajar dan memahami putusan BK tersebut.

Baca juga: AMPK Desak Pemberhentian Dua Anggota DPRD Kudus dari Partai Gerindra Segera Dilakukan

-Advertisement-

“Mungkin mereka itu perlu belajar dan memahami terkait Kesekretariatan Dewan. Jadi saya sampaikan, bahwa putusan BK itu tidak final dan mengikat,” ujar Sandung kepada awak media, Jumat (30/12/2022).

Sandung menjelaskan, putusan BK DPRD Kudus adalah putusan internal dewan. Putusan BK yang hanya dibacakan di sidang paripurna juga tidak sesuatu yang mengikat dan final. Karena harus ada tahapan-tahapan lain agar anggota dewan yang dimaksut diberhentikan.

“Jadi mohon maaf ya, saya ini jadi anggota dewan melalui Partai Gerindra dan putusan dari KPU. Jika tak ada rekomendasi dari partai dan putusan KPU, maka sampai hari ini saya masih anggota DPRD Kudus,” ungkapnya.

Meski diputus bersalah oleh BK dan diberi sanksi pemberhentian jadi anggota DPRD Kudus, Sandung tetap mengapresiasi kinerja para koleganya di BK. Namun perlu diketahui, ia mangkir dari sidang paripurna itu karena terkena Covid-19.

“Ada buktinya itu. Termasuk surat permohonan izin agar saya bisa untuk karantina mandiri,” ungkapnya.

Baca juga: Dua Anggota DPRD Kudus dari Fraksi Gerindra Diberhentikan, Sulistyo: ‘Kami Akan Melawan’

Sandung juga menanyakan pihak mana yang melakukan aksi agar dirinya dan Suistyo Utomo diberhentikan. Sebab, ada beberapa dari mereka yang datang aksi ke Kantor DPRD Kudus itu tidak tahu maksud dan tujuanya.

“Contoh kecil ini rombongan kesenian barongan yang ikut aksi. Mereka mengaku tidak tahu apa-apa,” bebernya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER