BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada sebanyak 1.019.850 wisatawan yang berkunjung di Jateng selama libur Natal 2022. Adapun dua tempat yang menjadi lokasi wisata paling diminati, yakni Candi Prambanan dan Kota Lama.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran pada Disporapar Jateng Setyo Irawan menerangkan, Prambanan menjadi destinasi favorit pertama kategori prabayar, dan Kota Lama menjadi destinasi favorit untuk kategori gratis.
Sementara untuk kunjungan wisatawan di Jateng selama libur Natal ini, Setyo merinci untuk Kota Semarang jumlah wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 254.226 dan wisatawan mancanegara (wisman) 93, kemudian Klaten wisnus 109.792 dan wisman 631, Banyumas wisnus 90.869 dan wisman 0, Kabupaten Magelang wisnus 86.187 dan wisman 1.394, lalu terakhir Wonosobo wisnus 79.064 dan Wisman 15.
Baca juga: Menparekraf Launching 100 Paket Wisata Nusantara, Ini 3 Wisata Unggulan Jateng yang Ikut Serta
Kemudian untuk objek wisata kategori berbayar atau bertiket antaranaya ada Candi Prambanan, wisnus 65.109 dan wisman 615, Candi Borobudur, wisnus 50.454 dan wisman 1.062, Gedung Lawang Sewu , wisnus 48.210 dan wisman 80, OWABONG, wisnus 44.388 dan wisman 0, Pantai Marina, wisnus 28.090 dan wisman 0.
Sedangkan untuk kategori daya tarik wisata tidak bertiket atau gratis ada Kota Lama Semarang, dengan wisnus berjumlah 97.986 dan Wisman 0.
“Saat ini total sementara pada tahun 2022 wisnus ada sebanyak 38.339.028 orang sedangkan wisman 136.972 orang,” katanya.
Kemudian mengenai angka wisatawan libur tahun baru ini, menurut data mulai dari 17 Desember 2022 sampai Senin 26 Desember 2022 berjumlah 1.019.850. Wisatawan tersebut meliputi wisatawan nusantara sebanyak 1.017.710 dan wisatawan mancanegara sebanyak 2.140.
“Angka tersebut merupakan data selama libur Natal. Kalau untuk target kunjungan sampai Tahun Baru 2023, wisnus 3.543.951 dan wisman 692. Dan kami optimis bisa tercapai target tersebut. Karena data sekarang sifatnya juga masih sementara dan akan terus bergerak,” ujarnya.
Baca juga: Disbudpar Kota Semarang Imbau Pengelola Tempat Wisata Perketat Prokes
Terkait angka kunjungan saat ini apakah sudah kembali seperti tahun 2019 sebelum adanya pandemi Covid-19, Setyo mengaku sudah. Tetapi, objek wisata masih belum meningkat seutuhnya karena dampak dua tahun pandemi belum benar-benar hilang.
“Angka kunjungannya sudah membaik, tapi belum seutuhnya. Karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya kembali seperti sebelum adanya pandemi. Tapi keinginan berwisata cenderung kuat disertai bonus pegawai swasta yang cair,” tutupnya.
Editor: Kholistiono

