BETANEWS.ID, KUDUS – Sedari pagi, Bambang Prayitno (51) disibukkan dengan kegiatan membuat Bika Ambon. Dengan dibantu istri dan adik iparnya, Bambang bisa membuat puluhan loyang kue tradisional khas Medan itu.
Bagi Bambang, usaha kue tradisional khas Medan itu adalah ladang rezeki untuk menghidupi keluarga sejak 1994. Waktu itu, ia nekat merantau dari Solo ke Kudus untukmencari penghidupan layak.

“Saya dulu kerja ikut teman bikin Bika Ambon di Solo. Ingin mandiri dan usaha sendiri saya belajar sama teman saya, dikasih resep tapi disuruh cari pasaran sendiri. Akhirnya tahun 1994 saya ke Kudus,” terangnya, Kamis (9/12/2022).
Baca juga: Bika Ambon Jualan Bambang Ini Laris Manis Buat Berbagai Acara, Langganan Berbagai Toko Kue
Bambang menyebut, memilih Kudus bukan tanpa alasan. Menurut survei yang ia lakukan, Kota Kretek memiliki daya beli yang cukup besar dibanding daerah lain.
“Modalnya saat itu Rp10 juta saya pinjam ibu saya, untuk beli alat dan bahan baku. Pertama dulu sama istri saya dikasih tempat temen untuk menempati rumahnya selama setahun kalau nggak salah,” jelasnya.
Kala itu, Bambang menitipkan Bika Ambon di beberapa toko roti di Kudus. Diakuinya, pertama memperkenalkan makanan khas Medan itu tidak begitu sulit. Justru banyak pelanggan yang membeli karena penasaran dengan kue tersebut.
Kini, dari usaha itulah dia bisa memiliki rumah dan menyekolahkan delapan anaknya dingga setinggi-tingginya. Ia juga bisa membantu saudaranya dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan dua saudaranya membuka usaha yang sama di kota lain.
“Suka duka usaha pasti ada, yang paling terasa saat Corona selama dua tahun. Dulu saya punya karyawan 4 untuk produksi. Karena Corona, demi menekan biaya produksi saya berhentikan. Tinggal saya istri dan ipar,” berbernya.
Baca juga: Meski Punya Privilege, Any Tak Ingin Ikuti Jejak Orang Tua saat Kembangkan Bisnis Roti Anie Bakery
Menurut Bambang, omzet penjualan bika Ambon menurut hingga 50 persen lebih. Bahkan ia hanya memproduksi bika Ambon selama 4 hari saja dalam seminggu. Supaya dapur produksi tetap mengepul, Bambang mencoba peruntungan dengan menjual Bika Ambon di sosial media dan aplikasi makanan.
Bika Ambon Murni buatannya memiliki tiga varian yakni original, cokelat dan pandan dengan kemasan potongan, plastik, serta kardus. Bika Ambon Murni tersedia di beberapa pusat oleh-oleh di Kudus, Demak, Jepara, dan Pati. Selain itu dapat dibeli langsung ataupun melalui GrabFood dan GoFood.
“Alhamdulillah saat ini sudah kembali normal, meskipun tidak seperti dulu yang produksi hingga ratusan dan setiap hari. Yang terpenting masih bisa bertahan dan ada penjualan. Harapannya usahanya tetap lancar kedepannya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

