SEPUTARKUDUS.COM, KLIWON – Letak lokasi layanannya berada di lantai tiga Blok A Pasar Kliwon Kudus. Di los berpintu rolling door warna putih itu, digunakan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Kudus untuk pelayanan pajak bagi pedagang. Selain itu, KPP Pratama Kudus juga melakukan pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus, Jalan Niti Semito dan menggunakan fasilitas mobil tax unit untuk pelayanan di setiap kecamatan dan tempat umum.

Dari pelayanan yang diberikan KPP Pratama Kudus, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Direktoral Jendral Pajak Jateng 1, Lidia Kuntjahjaningtyas, KPP Pratama Kudus mendapat predikat terbaik tingkat nasional. Predikat tersebut diberikan pada kategori realisasi penerimaan pajak. Menurutnya, realisasi penerimaan pajak di Kudus tahun 2016 mencapai 400 persen dari target yang ditentukan.
Baca juga: Sepi Pengunjung Kalangan Remaja, KPP Pratama Gelar Fashion Show di Pasar Kliwon
“Realisasi penerimaan pajak KPP Pratama Kudus tahun 2016 mencapai 400 persen lebih dari target yang direncanakan,” ungkapnya saat ditemui di kegiatan Tax Goes to School dan Business Development Service di Pasar Kliwon belum lama ini.
Menurutnya, pencapaian penerimaan pajak tersebut mengalahkan 341 kantor pajak yang ada di Indonesia. Hal tersebut dikatakan karena adanya dukungan progam Amnesti Pajak yang selesai pada 31 Maret 2017 lalu. “Responnya sangat baik. Wajib banyak memiliki niat untuk menjalankan kewajibannya,” tuturnya.
Kesadaran para wajib pajak di Kabupaten Kudus, dikatakan, perlu mendapatkan apresiasi. Karena dengan kesadaran membayar pajak oleh wajib pajak dapat mengantarkan KPP Pratama Kudus meraih predikat terbaik kategori realisasi penerimaan pajak.
Dalam pencapaian tersebut, Lidia mengatakan tidaklah mudah. Menurutnya, petugas KPP Pratama Kudus harus membuka pelayanan khusus di Pasar Kliwon untuk menyasar pedagang yang berada di Pasar Kliwon. Selain membuka layanan di sana, petugas pajak juga sampai mengunjungi setiap los dan kios secara door to door.
“Temen-temen itu (petugas pajak) sampai melalukan door to door ke pedagang Pasar Kliwon. Mereka menemui mereka, menjelaskan sampai buka counter di sini (Pasar Kliwon) untuk menerima laporan, pertanyaan,” ceritanya.
Selain itu, katanya, KPP Pratama Kudus juga membimbing para pedagang untuk membuat ID E-Billing guna membayar pajak lewat ATM. Menurutnya meningkatnya wajib pajak di Kudus yang membayar pajak maupun pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) terlihat semakin banyak dibanding tahun sebelumnya.
Kepala KPP Pratama Kudus Bernadette Ning Dijah Prananingrum menuturkan kehadirannya di Pasar Kliwon memang membawa dampak positif. Menurutnya, banyak dari pedagang ambil peran dalam mengikuti Amnesti Pajak.
Dikatakan, terdapat 100 pedagang lebih yang mengikuti progam Amnesti Pajak. Nominal yang dicapainya mencapai Rp 200 juta lebih. Walau terbilang sedikit, namun dirinya bersyukur para pedagang di Pasar Kliwon sudah sadar akan membayar pajak.
Dalam penerimaan pajak tahun 2016, target yang diberikan KPP Pratama Kudus yakni sebesar Rp 1,7 triliun. Menurutnya, target tersebut sudah dapat dilaluinya. “Jumlah wajib pajak di Kudus ada 60 ribu lebih,” tambahnya.

