Lahan Tergerus Aliran Sungai, Bengkel Las Keluarga Rozi di Mijen Terpaksa Tak Beroperasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sampah yang menumpuk dan menyumbat arus Sungai Pesantren di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus juga menggerus lahan bengkel di sampingnya. Karena lahan bengkel tergerus cukup luas, hingga bengkel las tersebut tutup dan tak beroperasi. Sehingga, sumber roda ekonomi keluarga pun ikut terhenti.

Bengkel tersebut adalah milik Almarhum Nur Hamid. Salah satu anak Nur Hamid yakni Muhammad Fathurozi mengatakan, lahan bengkel almarhum bapaknya kurang lebih 1.000 meter persegi dan mulai tergerus arus sungai sejak sebulan lalu.

“Saya ingatnya sejak sebulan lalu, lahan bengkel kami sudah tergerus arus sungai sebanyak tiga kali. Mulanya semeter kali enam meter, kemudian ada hujan dan tergerus lagi. Puncaknya itu kemarin tergerusnya makin lebar hingga ke tengah bengkel kami,” ujar Rozi kepada Betanews.id, Senin (14/11/2022).

-Advertisement-
Petugas membersihkan sampah ayng menumpuk di sungai Desa Mijen, Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Sungai di Mijen Kudus, Diperkirakan Bisa Capai 50 Truk

Dia mengatakan, lahan yang tergerus arus sungai adalah tanah milik bapaknya, bukan tanah milik pengairan. Menurutnya, keluarganya bisa menunjukan bukti dengan sertifikat tanah. Oleh karenanya, ia berharap ada solusi terbaik dari dinas terkait untuk permasalahan tersebut.

“Tanah milik Dinas Pengairan itu sampai pondasi yang ikut tergerus. Setelahnya, tanah bengkel keluarga kami. Kami berharap ada solusi terbaik terkait musibah ini,” harapnya.

Karena lahan bengkelnya yang tergerus cukup luas, ia dan kelurganya pun memutuskan untuk menutup sementara bengkel las tersebut dan tak beroperasi. Sebab masih riskan, ketika pondasi belum diperbaiki.

“Belum berani beroperasi, kemarin waktu tanah tergerus makin lebar, bangunan bengkel kami mau roboh. Ini saya beri penyangga semua,” bebernya sembari menunjuk penyangga besi penopang pintu dan tiang bangunan.

Meski tak secepatnya, ia ingin pondasi yang tergerus arus dibangun lagi. Sebab, jika tidak dibangun takutnya ketika hujan dan ada penumpukan sampah, tanah bengkel keluarganya bisa tergerus makin luas.

Baca juga: Pemkab Kudus Kini Miliki Tempat Daur Ulang Sampah dengan Kapasitas 10 Ton Sehari

“Inginnya, tentu pondasi itu di bangun lagi. Namun jika tidak, setidaknya diberi tanggul sementara dengan karung pasir agar kami tetap bisa mendirikan tiang penyangga atap, menguruk tanah yang tergerus dan bengkel bisa beroperasi lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Lapangan (Korpokla) Wulan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Seluna Kudus yakni Ngaderi mengatakan, bahwa lahan bengkel yang tergerus arus itu jadi tanggung jawab pemilik. Pasalnya, sebagian bangunan bengkel itu berdiri di sepadan Sungai Pesantren.

“Sungai itu punya sepadan. Sedangkan, bangunan bengkel itu mepet sekali dengan tanggul sungai. Sehingga itu jadi tanggung jawab pribadi,” tandas Ngaderi.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER