31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Gelar Jambore di Museum Kretek, DKK Kudus Ajak Kader Kesehatan Tekan Kasus Stunting

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-58, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Kudus mengadakan Jambore Kader Kesehatan di Museum Kretek. Kegiatan tersebut diikuti 152 peserta dari 19 puskesmas di Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia Nuryanto mengatakan, melalui Jambore Kader itu, pihaknya ingin memberikan motivasi kepada kader kesehatan, agar ke depannya dapat membantu berkomunikasi dengan masyarakat.

Jambore Kader Kesehatan di Museum Kretek, Selasa (8/11/2022). Foto: Sekarwati.

Baca juga: 2.468 Anak di Kudus Alami Stunting, DKK Kudus Upayakan Tak Ada Tambahan Kasus

-Advertisement-

“Setelah Jambore Kader nanti, di beberapa kader dari desa atau puskesmas, ini bisa sharing atau komunikasi. Barangkali ada pengalaman bisa jadi ajang memperkuat tali silaturahmi,” katanya pada betanews.id, Selasa (8/11/2022).

Berbarengan dengan momen itu, DKK juga mengeluarkan aplikasi Si-Mbah Hebat yang berisi tentang imbauan pentingnya menurunkan angka stunting, termasuk angka kematian ibu dan bayi.

“Tadi mengundang tim PKK Kabupaten Kudus sekaligus memberikan sambutan dan membuka. Terus ada launching Si-Mbaah Hebat, ini merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi, dan stunting di kabupaten Kudus,” imbuhnya.

Adanya aplikasi Si-Mbah Hebat, Nuryanto menyebut, pihaknya terinspirasi dari pitutur orang tua yang mampu menyadarkan anak cucunya. Sehingga diharapkan dengan adanya program itu, dapat memberikan edukasi penurunan stunting di Kabupaten Kudus.

“Si-Mbaah Hebat di masyarakat Kudus itu orang tua yang masih diyakini omongannya. Ini yang kadang membuat kita terlupakan, karena angka lansia di Kudus banyak sekali, kurang lebih 95 ribu. Lah ini kita garap diharapkan memberikan edukasi kepada mbah-mbah itu agar bersama-sama menyampaikan kepada anak cucunya tentang pentingnya menurunkan angka stunting,” terangnya.

Baca juga: Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak, DKK Kudus Adakan Sinau Bareng Sehari Satu Lembar KIA

Adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan arti, bahwa dalam membangun kesehatan masyarakat tidak hanya dari satu sektor saja, melainkan beberapa pihak. Sehingga mampu mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kudus.

“Jambore kader ini membawa warna bahwa tanggung jawab kesehatan ini tidak hanya dari dinas kesehatan saja, jadi melibatkan lintas sektoral, stakeholder. Ini perlu sekali, karena tanpa mereka, pembangunan kesehatan tidak ada artinya dan bersinergi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER