BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagian besar masyarakat awam masih menganggap bahwa anak yang terlahir dengan bibir sumbing adalah sebuah kutukan. Namun, pendapat tersebut ditentang oleh Ketua Yayasan Senyum Kemanusiaan yakni Muhammad Rizqy Setyarto.
Rizqy begitu pria itu akrab disapa mengatakan, bahwa anak yang lahir dengan bibir sumbing disebabkan oleh multi faktorial, atau beberapa hal. Bisa karena faktor keturunan, infeksi saat hamil, nutrisi saat hamil hingga radiasi disinyalir jadi penyebab bibir sumbing bagi bayi lahir.
“Jadi penyebabnya anak terlahir dengan bibir sumbing itu tidak hanya satu, tapi beberapa faktor. Serta saya tegaskan bibir sumbing bukanlah sebuah kutukan, seperti yang sering beredar di masyarakat,” ujarnya kepada awak media, di acara bakti sosial operasi bibir sumbing gratis di RSU Kumala Siwi, Mijen, Kudus beberapa hari lalu.
Baca juga: Wujudkan Senyum Anak Sempurna, RSU Kumala Siwi Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis
Dia menuturkan, bahwa kelainan bibir sumbing bisa diperbaiki. Bahkan, tidak hanya bibir sumbing saja, celah langit-langit atau gusi juga bisa diperbaiki. Perbaikan dalam hal ini, operasi bisa dilaksanakan sakaligus atau masing-masing.
“Operasi bisa bibir sumbing saja, atau bibir sumbing dan celah langit-langit. Bisa juga operasi bibir sumbing, celah langit-langit dan gusi dilakukan bersamaan. Dapat juga celah langit-langit dan busi saja. Bisa juga operasi celah langit-langit saja atau gusi saja,” jelasnya.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, kata dia, masing-masing kelainan perlu waktu yang tepat untuk dilakukan operasi, tentunya sembari mempertimbangkan berat badan dan kadar hemoglobinnya. Sebagai contoh bibir sumbing, sebaiknya operasi perbaikan dilakukan saat bayi masih berusia sekitar tiga bulan.
“Serta berat badan bayi sekitar lima kilogram dan ketika diperiksa kadar hemoglobinnya mencapai 10,” bebernya.
Baca juga: 2.468 Anak di Kudus Alami Stunting, DKK Kudus Upayakan Tak Ada Tambahan Kasus
Lebih lanjut, Rizqy menjelaskan, sedangkan untuk operasi celah langit-langit sebaiknya dilakukan ketika anak berusia 18 bulan, dengan berat badan di atas 10 kilogram. Sementara kadar hemoglobinnya di atas 10. Untuk operasi gusi, sebaiknya dilakukan ketika anak berumur delapan tahun, saat gigi anak sudah tumbuh yang gigi tetapnya.
“Itulah patokan yang sering kita sampaikan ke masyarakat agar lebih mudah menentukan waktu yang tepat melakukan operasi sehingga dapat hasil yang maksimal. Sekali lagi kami tegaskan, bibir sumbing bukanlah sebuah kutukan, dan kelainan itu bisa diperbaiki melalui operasi,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

