31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Warga Karanganyar Ini Patenkan Lukisan Phyrograpy Media Slumpring Bambu

BETANEWS.ID, SOLO – Berbagai potensi sumber daya alam dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Banyak bahan alami yang jika dimanfaatkan dan dikreasikan dapat memiliki nilai ekonomi dan nilai seni yang tinggi. Tak terkecuali, slumpring bambu, yang bisa diubah menjadi lukisan bakar.

Di tangan seorang pria asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, bernama Aris Slumprnig, slumpring bambu bisa disulap menjadi sebuah lukisan yang kaya akan nilai seni. Bahkan tak bisa disangka bahwa hasil karyanya berbahan limbah bambu.

Dengan menggunakan sistem lukis bakar atau phyrograpy silouette, Aris dapat membuat berbagai macam lukisan. Ia biasnaya membuatnya mejadi lukisan bergambar wayang atau bahkan melukis karakter wajah.

-Advertisement-

Baca juga: Siapa Sangka, Lukisan Keren Ini Dibuat dari Limbah Slumpring Bambu

“Kita melihat bahwa potensi sumber saya alam di Indonesia itu kan sangat banyak sekali, tapi apalah artinya potensi yang banyak ketika tidak ada yang mengolahnya,” katanya kepada Betanews.id, Minggu (6/11/2022).

Lukisan phyrograpy berbahan slumpring bambu. Foto: Khalim Mahfur

Dalam menciptakan karya dari slumpring bambu tersebut, Aris belajar secara otodidak. Selama sebulan lamanya, Aris melakukan pengamatan mulai dari memungut slumpring yang berserakan hingga mencoba melukis dengan metode phyrograpy.

Lukisan dengan menggunakan media slumpring bambu ini, kata Aris, telah ia patenkan. Dia berharap, karya seni dengan metode baru ini bisa menjadi ikon baru di Kota Solo.

“Saat ini saya belum masuk ke dalam fase penjualan, tapi masuk fase pengenalan dan untuk wayang slumpring ini sudah saya hak patenkan, harapannya ini bisa menjadi salah satu ikon khususnya dari kota Solo,” ucapnya.

Aris juga mengatakan bahwa lukisan yang terbuat dari slumpring bambu tersebut sangat berpotensi sebagai ide industri kreatif. Bagaimana tidak, untuk satu buah lukisannya bisa dijual sekitar Rp500 ribu.

“Dalam proses pembuatanhya selama ini juga tidak ada kendala. Bahan bakunya juga mudah ditemukan, tapi harus pakai yang sudah jatuh, kalau pakai yang masih di pohon nanti akan mengkerut dan tidak bagus,” ujar Aris.

Kendati demikian, Aris mengaku sedikit merasa terkendala dalam proses pengenalan, sehingga berdampak juga pada pemasaran. Menurutnya, masih banyak orang yang tidak tahu kalau lukisan tersebut terbuat dari slumpring bambu, bahkan yang lebih memprihatinkan lagi ada pula masyarakat yang tidak tahu apa itu slumpring bambu.

Baca juga: Indahnya Lukisan Teknik Phyrograpy yang Klasik nan Elegan

“Jadi sebelumnya saya harus memberi tahu bawha ini terbuat dari slumpring bambu dan apa itu slumpring bambu. Karena kalau orang melihat sekilas pasti mengira ini dari kardus atau tidak dari kayu tripleiks,” katanya.

Oleh karena itu, Aris mengatakan bahwa saat ini ia belum terlalu melakukan pejualan secara komersil. Namun ia masih terus berusaha mengenal kan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan slumpring bambu.

Tak jarang, Aris juga melakukan peltihan-pelatihan ke desa-desa tentang pemanfaatan SDA yang berpotensi di wilayah tersebut. Uniknya, setiap melakukan pelatihan, Aris tidak pernah membawa produk karyanya yang sudah jadi.

“Misalnya dua hari sebeum pelatihan, saya pergi ke sana mencari limbah atau potensi apa yang bisa ditemukan di sana. Saya ambil terus saya buat suatu karya, ketika di proses pelatihan, saya tunjukkan dan mengedukasi bahwa ini bisa memiliki sisi ekonomi,” katanya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER