BETANEWS.ID, BANJARNEGARA – Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Banjarnegara mulai merasakan manfaat bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kini, Ponpes asuhan KH Muhammad Hamzah Hasan itu mampu menghemat 40 persen biaya kebutuhan listrik per bulan.
Ketua Ponpes Tanbihul Ghofilin Ahmad Muhid Dwi menuturkan, PLTS itu mampu menghasilkan daya 10.000 Kwh yang digunakan untuk kebutuhan air bagi 2.384 santri putra dan putri.

“Kami gunakan untuk penyaluran air, seperti pompa-pompa karena di sini banyak sumber air yang kita sedot ke atas untuk kebutuhan air bagi santri. Tanah di sini kan tidak rata. Jadi asrama santri di atas tapi kegiatannya di bawah. Jadi, adanya daya listrik ini bermanfaat untuk pompa penyalur air,” lanjutnya,” ujarnya, Rabu (12/10/2022).
Baca juga: RSJD Dr Amino Gondohutomo Sudah, Ganjar Dorong Perkantoran di Jateng Gunakan Energi Terbarukan
Sebelum ada PLTS, pihaknya mengeluarkan biaya listrik mencapai Rp2,4 juta sampai 2,6 juta per bulan. Sejak ada PLTS, kini hanya membayar Rp1,2 juta, dan kalau cuaca terang hanya Rp1,1 juta. Dari hasil berhemat itu, Ponpes Tanhibul Ghofilin diperkirakan mampu menyisihkan hingga Rp20 juta per tahun.
“Kalau kita mengamati ada 40 persen. Jadi selama satu tahun setidaknya memberikan donasi ke Ponpes minimal Rp10 juta sampai Rp20 juta. Ini sangat ada pengiritan anggaran sebesar 40 persen. Ini merupakan kepedulian Pemprov terhadap pendidikan pesantren,” imbuhnya.
Dari catatan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, di tahun 2021, sudah terbangun 995 kWp PLTS di Jawa Tengah yang dipasang dengan APBN 881 kWp dan APBD provinsi serta kabupaten 114 kWp. Jumlah tersebut akan bertambah dengan sedang dibangunnya PLTS atap pada kawasan UMKM dan pondok pesantren.
Editor: Ahmad Muhlisin

