31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Indonesia Sabet 3 Medali Emas di Kejuaraan Para-Tenis Meja Yunani

BETANEWS.ID, YUNANI – Indonesia berhasil meraih 3 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu dalam ajang Para Tenis Meja bertajuk ITTF Fa20 Argostoli Para Open 2022 di Pulau Kefallinia, Yunani.

Ketiga medali emas tersebut diraih oleh David Jacobs pada tunggal putra TT 10, ganda campuran XD20 oleh Shella  Dwi dan Komet Akbar serta pasangan Adyos Astan/Yayan Gunaya di nomor ganda putra MD8.

Sementara enam perak direbut oleh Komet Akbar di tunggal putra TT10, Suwarti (tunggal putri TT8), David Jacobs/Hana Resti (ganda campuran XD20), Sefrianto/Tarsilem (ganda campuran XD7), Hana Resti/Shella Dwi (ganda putri WD20), serta Sefrianto yang berpasangan dengan pemain Korea Selatan, Park Jung Son di ganda putra MD4.

-Advertisement-

Baca juga: Pembangunan Stadion Djarum Capai 50 Persen, Akan Berkapasitas 1.100 Penonton

Adyos Astan mengaku senang bercampur lelah lantaran harus menempuh perjalanan yang sangat jauh hingga ke Yunani.

“Secara hasil kami cukup puas, tetapi harus tetap berlatih untuk meningkatkan teknik dan stamina karena lawan-lawan juga semakin bagus. Selain prestasi, kami juga senang bisa berlaga di kejuaraan ini karena kembali bisa berinteraksi dengan pemain dari negara lain. Sangat banyak pemain muda yang berkualitas di ajang ini,” ucap Adyos.

Sementara, menurut David Jacobs, kejuaraan ini juga merupakan salah satu ajang untuk mencari poin guna lolos ke Paralimpiade Paris 2024.

“Kejuaraan ini sangat penting untuk mengumpulkan poin ke Paralimpiade Paris 2022. Persaingan di Yunani untuk kelas saya banyak pemain muda yang baru dan menunjukkan perkembangan.  Saya harus memperbaiki kekurangan khususnya di nomor ganda campuran,” ucap David.

Pelatih para-tenis meja Indonesia Bayu Widhie Hapsara mengatakan, munculnya sejumlah pemain muda berbakat dalam kejuaraan ini akan menjadi ancaman bagi tenis meja Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Putra Ganjar Ingin Esport Jadi Ekstrakurikuler di Sekolah, Apakah Bunda Setuju?

“Saya rasa hasil yang kita dapat pada kejuaraan ini cukup bagus, karena ada pemain pemain yang peringkat 10 besar dunia juga ikut bertanding di sini. Menurut saya regenerasi atlet para-tenis meja kita sedikit terlambat, terutama di nomor kursi roda. Kita sangat susah untuk mencari regenerasinya,” jelas Bayu.

Setelah mengikuti kejuaraan di Yunani, selanjutnya timnas para-tenis meja Indonesia akan mengikuti kejuaraan dunia di Spanyol pada November mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan tiga atlet yakni David Jacobs, Suwarti dan Hana Resti.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER