BETANEWS.ID, JEPARA – Hafidz Hasbullah (25) terlihat sibuk menggoreng cipak pesanan pelanggan. Sore itu, lapaknya yang berada di Jalan Raya Kenari, Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, memang terlihat cukup ramai. Mereka datang silih berganti untuk menikmati cipak khas Garut itu.
Usai membuat pesanan pelanggan, Hafidz sapaan akrabnya bersedia berbagi cerita tentang usaha yang baru dirintisnya sejak dua bulan lalu. Dia mengaku usaha cipak ayam suwir itu merupakan usaha sampingan. Selama ini, ia memiliki usaha sate Madura yang kini dijaga karyawan.

Baca juga: Mencicipi Cipak Ayam Suwir, Jajanan Pedas Khas Garut
“Sebetulnya jualannya cipak ayam suwir ini sampingan saya. Sejak lulus SMP hingga saat ini, saya berjualan sate Madura. Jadi kalau pagi saya bikin sate, nanti warung ditunggu karyawan. Kalau sore saya di sini jualan cipak,”akunya kepada Betanews.id, Rabu (14/9/2022).
Hafidz menambahkan, usaha sampingan berupa cipak ayam suwir itu didirikan untuk persiapan masa tuanya bersama sang istri dan kedua anaknya. Sedangkan ide berjualan cipak ini adalah saran dari sang istri. Kala itu sang istri berjualan beragam frozen food dan salah satunya yang banyak dicari adalah cipak ayam suwir khas Garut.
“Waktu itu istri saya jualan frozen food dapat banyak pesanan cipak. Akhrinya istri kasih saran untuk jualan ini saja. Kebetulan di sekitar sini (Jepara) belum ada,” jelasnya.
Menurut Hafidz, di awal ia mulai berjualan banyak pelanggan yang datang sekedar untuk bertanya seperti apa camilan khas Garut itu. Setelah dijelaskan, mereka tertarik untuk mencobanya dan kini malah banyak yang menjadi langganan.
“Banyak dulu yang tidak tahu, tapi setelah lihat dan mencobanya mereka malah beli terus. Karena ini camilan pedas yang beli semua kalangan yang suka pedas,”tuturnya.
Baca juga:Â Tunanetra Penjual Cilok di Depan Asrama Polisi Kudus Ini Bisa Jual Ratusan Butir Sehari
Cipak ayam suwir ini didapat langsung Hafidz dari kota asal camilan tersebut, yaitu dari Garut. Harga satu porsi cipak ayam suwir dibanderol dengan harga Rp12 ribu. Dalam sehari setidaknya ia bisa menjual 40 hingga 70 porsi cipak ayam suwir.
“Jualanya tiap hari, dari sore sampai malam. Biasanya sehari kalau sepi 40 sampai 45 porsi. Kalau sedang ramai bisa 70 porsi sehari,” pungkas pria asli Madura, Jawa Timur itu.
Editor: Kholistiono

