31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Gegara Harga Kedelai Naik, Omzet Perajin Tahu Anjlok Karena Produksi Turun

BETANEWS.ID, KUDUS – Imbas naiknya harga kedelai, membuat perajin tahu di Kudus terpaksa harus mengurangi jumlah produksi. Seperti halnya salah satu perajin tahu yaitu Agus Salim, warga Dukuh Plosokrajan RT 1 RW 2, Desa Ploso, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Menurut Agus, kalau biasanya dalam sehari ia bisa menghabiskan sebanyak 6 kuintal kedelai untuk produksi tahu, sekarang hanya bisa memproduksi 4 kuintal kedelai dalam sehari.

Seorang perajin tahu tampak sedang mengambil stok kedelai.Foto: Sekarwati.

Baca juga: Imbas Naiknya Harga Kedelai, Harga Tahu di Kudus Naik Rp 3 Ribu per Papan

-Advertisement-

Akibat berkurangnya jumlah produksi, Agus mengaku mengalami penurunan omzet hingga Rp3 juta. Tidak hanya itu, ia juga terpaksa meliburkan tiga karyawannya.

“Sangat membebani, karena begitu ada kenaikan harga kedelai, kan karyawan saya ada sembikan, juga minta kenaikan karena semua terdampak. Ongkos kulinya saja juga naik,” ungkapnya.

Katanya, dengan naiknya harga kedelai, perajin tahu di Kudus sepakat untuk menaikkan harga tahu. Yakni, per papannya mengalami kenaikan Rp 3 ribu. Namun, tidak semua pelanggan menerima dengan kenaikan harga tersebut.

“Ini yang konsumen dari Demak tidak mau dinaikan, akhirnya saya putus sejak dua hari yang lalu. Artinya, saya kehilangan dua kuintal, karena biasanya kirim ke sana sebanyak itu,” katanya, Selasa, (27/9/2022).

Menurutnya, saat ini harga kedelai terus mengalami kenaikan. Agus menyebut, semula Rp 12.300 per kilogram, saat ini harga kedelai sudah di angka Rp12.700 per kilogram.

“Harga kedelai kalau Rp13 ribu itu sangat menyulitkan, apalagi Rp13 ribu ke atas itu sangat mengkhawatirkan,” imbuhnya.

Baca juga: Cerita Bambang Terpaksa Naikkan Harga Tahu saat Harga Kedelai Meroket

Melihat harga kedelai yang tidak kunjung turun, Agus khawatir akan kehilangan pelanggannya yang memilih mengonsumsi makanan lebih murah. Tidak hanya itu, ia bahkan takut usahanya juga akan gulung tikar.

“Kalau harga kedelai tidak segera terkendali, lama-lama bisa bangkrut. Karena secara otomatis produksi kita berkurang dan memberhentikan karyawan. Harapan saya, pemerintah turun tangan. Kalau tidak bisa menangani kenaikan harga kedelai, ya kami minta subsidi kedelai,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER