BETANEWS.ID, KUDUS – SMPN 1 Dawe Kudus meresmikan Prima Nursery pada puncak peringatan sekolah tersebut, Senin (26/9/2022). Program ini merupakan bentuk Kurikulum Merdeka, dalam membangun nilai wirausaha di sekolah.
Menurut Waka Kesiswaan dan Panitia Acara Muh Arianto Wibowo, Prima Nursery menjual berbagai macam tanaman hias dan buah. Hal itu, juga upaya untuk meningkatkan potensi tanaman dan buah lokal yang ada di Dawe, seperti parijoto, alpukat dan pamelo.
“Prima Nursery itu pembibitan, budidaya yang kita jual produk dari tanaman tersebut. Ini sebagai tindak lanjut ekstra kurikuler sekolah kita yaitu pecinta lingkungan. Sebenarnya, kita juga sedang menuju eco green school, sehingga kita mulai dari sekarang. Selain itu, untuk mendukung potensi tanaman dan buah lokal,” katanya pada betanews.id.
Baca juga: Peringati HUT ke-43, SMPN 1 Dawe Luncurkan 17 Buku Karya Siswa dan Guru
Terdapat 20 jenis tanaman hias dan buah yang tersedia di Prima Nursery. Arianto menerangkan, tanaman-tanaman itu nantinya dijual secara umum, mulai dari harga Rp 7 ribu-150 ribu.
“Ada banyak sekali tanaman, yang pasti ada kelompok besar tanaman buah dan tanaman hias. Tanaman buah meliputi jeruk, parijoto, jeruk purut, jeruk nipis, jeruk lemon, rambutan juga beberapa, mangga, nangka dan ceri. Tanaman hiasnya ada begonia, anggrek, aglonema, dan lain-lain, nantinya dijual secara umum,” sebutnya.
Untuk saat ini, penjualan tanaman dilakukan secara langsung dengan datang ke kebun sekolah. Arianto menjelaskan, hasil penjualan itu akan dikembangkan lagi dalam meningkatkan usaha tanaman hias dan buah di Prima Nursery.
“Penjualannya kita ada jam sekolah, salah satunya nanti keamanan sekolah nanti yang akan menunjukkan tempat. Kemudian ada tim kami di belakang, petugas kebersihan yang nantinya akan melayani bila ada pembeli. Keuangannya diputar lagi untuk pengembangan Prima Nursery. Kalau ada mahasiswa titip boleh, nanti kita bagi hasil,” jelasnya.
Selain meresmikan Prima Nursery, SMPN 1 Dawe juga meluncurkan 17 buku karya guru, tenaga administrasi sekolah dan siswa. Arianto menyebutkan, buku yang berisi antologi puisi dan cerpen itu, menjadi arsip kepustakaan sekolah.
“Yang pasti dijadikan bahan bacaan, jika memungkinkan, kita juga bisa mencetak kembali. Bukunya sudah ber ISBN, sebenarnya ini sudah tahun ketiga. Tahun pertama ada tiga buku, tahun kedua delapan, dan saat ini 17 buku,” ujarnya.
Baca juga: SMPN 1 Kudus Berlakukan Presensi Digital Pakai Kartu Perpustakaan
Ia berharap, HUT SMPN 1 Dawe dapat digelar lebih meriah. Pihaknya bahkan merencanakan akan mengajak pelaku UMKM dari kalangan komite sekolah dan alumni dalam mendukung acara ke depannya.
“Harapannya Insyaallah untuk HUT ke depan, bisa mengadakan semacam UMKM, dengan bekerja sama komite sekolah dan alumni. Insyaallah ke depannya tidak hanya seremonial, tapi SMP 1 Dawe punya sumbangsih pada masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

