Demi Adik Tetap Sekolah, Yoga Ngalah Jualan Keliling Es Dawet Banjarnegara Sejak Lulus SMP

BETANEWS.ID, KUDUS – Yoga Pratama (23) tampak cekatan menuang santan ke dalam beberapa cup di lapaknya yang berada di Jalan Mayor Basuno, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (30/8/2022). Tempat mangkalnya setiap siang sampai sore setelah berkeliling itu memang jadi jujugan pelanggannya yang ingin menikmati kesegaran es dawet banjarnegara.

Bagi Yoga, jualan es dawet merupakan penyelamat keluarganya sat terhimpit ekonomi. Bahkan, dirinya harus mengalah untuk jualan dawet sejak lulus SMP 2016 lalu demi adik perempuannya bisa tetap sekolah.

Yoga saat melayani pembeli es dawet Banjarnegara di lapaknya. Foto: Sekarwati

“Aku tidak lanjut sekolah karena dulu ngalah sama adek. Aku lulus SMP adek lulus SD, kan biayanya banyak. Adikku perempuan, dulu pikirannya gimana caranya adikku terus sekolah. Makanya aku kerja,” kata Pria yang tinggal di Gang Puntodewo RT 5 RW 1, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

-Advertisement-

Baca juga: Merantau ke Kudus Demi Hidup Layak, Ini Kisah Radit Rintis Usaha Cimol Bojot

Merantau ke Kudus, lanjut Yoga lantaran mengikuti orang tuanya yang juga berjualan es dawet. Saat orang tuanya memutuskan kembali ke Banjarnegara, Yoga memeilih menetap dan menjual es dawet keliling di sekitar Kecamatan Jati.

“Sebenarnya ini resep keluarga dari bapak sejak 1999, lalu Pak De juga ikut. Setelah itu bapak balik ke Banjarnegara, aku tidak ikut dan lanjut kerja di sini,” imbuhnya.

Meskipun tidak memiliki lebel nama pada gerobaknya, Yoga tidak pernah sepi dari pelanggan. Hal itu lantaran perpaduan gula aren, dawet, dan susu yang menciptakan rasa yang lebih enak, segar, dan sehat menjadikannya banyak digemari pembeli. Bahkan dalam sehari ia dapat menghabiskan sekitar 150-200 porsi.

Baca juga: Es Dawet Banjarnegara di Ploso Ini Bisa Tarik Ratusan Pembeli Tiap Hari

“Yang dawet susu baru hits sekarang. Aku punya pikiran itu saat pandemi Covid-19. Omzet kan menurun, ketika menggunakan santan itu cepat basi karena sehari kalau nggak habis dibuang. Lalu diganti dengan susu yang lebih awet,” ujarnya.

Yoga mulai keliling berjualan es dawet susu pukul 10.00-12.00 dan saat siang hari pukul 12.00-16.00, mangkal di depan pabrik tahu Pak Sholeh dekat Jembatan Ploso.

Terdapat berbagai varian rasa dawet susu yang Yoga jual, di antaranya cokelat, nangka, kopi, taro, dan red velvet. Untuk satu porsi es dawet susu dijual dengan harga mulai dari Rp6-8 ribu dan Rp4 ribu untuk es dawet santan.

“Kalau di sini pelanggan kebanyakan lebih suka yang susu. Karena lebih sehat, enak, dan murah,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER