DPRD Kudus Sarankan Pemkab Sering-sering Adakan Pasar Murah untuk Warga Kurang Mampu

BETANEWS.ID, KUDUS – Presiden Jokowi secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada sabtu (3/9/2022). Kenaikan harga tersebut pun dikhawatirkan akan berdampak terhadap melonjaknya harga bahan pokok, tak tekecuali di Kudus. Untuk mengatasi hal tersebut, DPRD Kudus pun mendorong agar sering diadakan bazar pasar murah.

Hal itu dikatakan oleh anggota Komisi B DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni. Dia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kudus yang kemarin menyelenggarakan bazar pasar murah untuk warga. Namun, seyogyanya bazar jangan hanya dilaksanakan sekali saja.

Baca juga: Emak-Emak Berebut Seribu Paket Pangan Murah di GOR Kudus

-Advertisement-

“Jika dilaksanakan sekali saja dan seolah seremonial, jelas itu percuma dan tidak berdampak banyak. Harusnya, bazar pasar murah bisa dilaksankana lebih sering dan besaran wilayahnya ditambah,” ujar Yusuf Roni.

Dia mengungkapkan, dengan seringnya dilaksanakan bazar murah serta cakupan wilayahnya diperbanyak, tentu dampaknya akan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kudus. Tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Kota, tapi juga kecamatan lainnya.

“Kami mendorong bazar pasar murah bisa dilaksanakan di setiap kecamatan di Kabupaten Kudus. Sehingga, yang merasakan dampak dari bazar pasar murah itu tidak masyarakat perkotaan saja, tapi juga masyarakat di pedesaan,” bebernya.

Sebab, lanjut politis PDIP tersebut, jika ada kenaikan harga, masyarakat desa juga ikut terkena. Ia pun menyarankan agar bazar pasar murah bisa lebih sering diselenggarakan.

“Dengan diselenggarakan secara masif, bazar pasar murah bisa menekan harga komoditas di pasaran. Sebab masyarakat akan lebih memilih bahan pokok di bazar pasar rakyat daripada di toko atau di pasar, jika harganya terpaut lebih jauh,” jelasnya.

Baca juga: Emak-Emak di Kudus Rela Nunggu Berjam-jam Demi Beli Sembako di Pasar Murah Kodim Kudus

Selain itu, bazar pasar murah akan benar dirasakam bagi mereka warga Kudus yang kurang mampu. Namun, memang peserta atau pembeli di bazar pasar murah harus benar-benar diseleksi. Sehingga nantinya tidak salah sasaran dan dimanfaatkan oleh beberapa oknum.

“Harus ada seleksi. Jadi peserta atau pembeli di bazar pasar murah itu warga yang memang kurang mampu. Jangan sampai ada warga yang secara ekonomi mampu ikut datang dan borong. Apalagi jika ada oknum bakul yang datang dan bazar murah malah dijadikan untuk kulakan dan nantinya dijual lagi. Jadi harus ada seleksi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER