Dari Relief Candi Hingga Merapi, Griya Saniya Sudah Ciptakan Ratusan Motif Batik Khas Magelang

BETANEWS.ID, MAGELANG – Beberapa orang terlihat sedang melakukan aktivitas membatik di sebuah rumah produksi batik yakni Griya Saniya yang berada di Gunung Pring, Magelang. Beberapa di antaranya terlihat ada yang membatik tulis, ada pula yang membatik dengan cap. Selain itu sebagian ada yang melakukan pewarnaan serta menjemur batik.

Griya Saniya ini, merupakan salah satu rumah produksi batik yang terbesar di Magelang. Pemilik dari Griya Saniya, Hayatini Siswi Ningrum, juga merupakan Ketua Paguyuban Batik Kabupaten Magelang.

Selain batik tulis, di Griya Saniya juga ada batik cap. Foto: Budi Prasetyo.

Baca juga: Sempat Diremehkan, Yuli Kini Buktikan Bisa Lestarikan Batik Kudus Melalui Muria Batik

-Advertisement-

Griya Saniya hingga saat ini sudah menciptakan ratusan motif batik khas Magelang. Motif yang dipilih pun sangan identik dengan Magelang.

“Jadi saya mendirikan usaha batik ini sejak 2009 atas binaan dari Pemerintah Kabupaten Magelang,” jelas Hayatini.

Untuk motif yang diciptakan, semuanya merupakan ciri khas dari Kabupaten Magelang itu sendiri. Satu di antaranya motif yang dicipatakan adalah motif bambu. Hal ini dikarenakan sang pemilik dan pencipta berasal dari Gunung Pring. Pring dalam bahasa Jawa yang artinya bambu.

“Karena juga dari daerah Magelang, maka kami menciptakan juga motif-motif lain. Seperti motif stupa, lahar dingin, merapi, sorek, mandal, sampai motif salak dan masih banyak motif-motif asli dari kami,” sebutnya.

Sampai saat ini, untuk jumlah motif yang diciptakan memang tak terhitung dengan pasti. Namun Ia sangat yakin, jumlah motif yang telah diciptakan mencapai ratusan.

“Tak terhitung, tapi mungkin ratusan ya motif kami yang telah dibuat,” jelasnya.

Untuk para pekerja atau pembatik tidak semuanya berkeja di Griya Saniya. Ada juga pembatik yang dibina dan membuat batik di rumah masing-masing. Griya Saniya membina para ibu rumah tangga untuk membuat batik meski dari rumah masing-masing. Hal ini disebabkan para pembatik yang telah menikah dan memiliki anak, sehingga kesulitan jika harus setiap hari di Griya Saniya.

“Jadi kalau untuk pembatiknya itu, ada yang setiap hari di sini (Griya Saniya) dan ada yang di rumah-rumah. Kalau yang di rumah-rumah itu ambil cantingan untuk dibawa pulang. Kalau yang di sini untuk desainnya, untuk pewarnaanya, dan untuk finishingnya,” jelas Hayatini Siswi Ningrum.

Baca juga: Menilik Makna dan Filosofi Sarung Batik Lar Gurda

Di Griya Saniya, ia menyebut memiliki beberapa jenis batik. Di antaranya, batik tulis, batik cap, semi cap, semi tulis dan juga batik kontemporer.

“Kami juga ada batik warna alam dan warna sintetis. Jadi semua sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER