31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Sempat Diremehkan, Yuli Kini Buktikan Bisa Lestarikan Batik Kudus Melalui Muria Batik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pelataran galeri batik yang berada di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa perempuan sedang mencanting di atas kain berwarna putih. Mereka tampak lihai menggoreskan malam dari tungku kecil yang berada di dekat mereka.

Di bagian lain, beberapa pria terlihat sedang mewarnai kain yang direntangkan dengan menggunakan kuas. Sesekali, mereka melihat ketebalan warna yang digoreskan itu dengan dibantu oleh seorang perempuan. Perempuan itu adalah Yuli Astuti, Pemilik Muria Batik.

Usai membantu pekerjanya itu, Yuli bersedia menjelaskan usaha batik yang dirintisnya 2005 lalu. Keberadaan Batik Kudus yang terancam tak punya penerus lah yang membuatnya bertekad mempelajari batik.

-Advertisement-

Baca juga: Muria Batik Abadikan Gading Gajah Situs Patiayam jadi Motif Batik

“Awalnya saya prihatin, karena pada tahun 2005 pengrajin dan yang mengenakan batik masih langka. Akhirnya saya mencoba belajar dan terjun di dunia batik, agar batik Kudusan tetap ada,” ucapnya Jumat (11/02/22).

“Saya memulai perjuangan saya dengan belajar membatik dari Solo, Pekalongan, Bandung, hingga di daerah pembatikan lain,” tambahnya.

Ia memulai perjalanannya dengan motor yang dibeli dari hasil kerjanya selama menjahit. Motor tua itu kini jadi saksi perjuangannya dalam mengembangkan Batik Kudus.

Meski banyak yang meragukan upaya Yuli, semangatnya tak surut dan kekuatannya makin bertambah ketika pada 2017, ia berhasil mengikuti pameran dan memamerkan batik buatannya.

Baca juga: Cerita Yuli Cari Tanaman Langka Selama 6 Bulan untuk Bahan Pewarna Alam di Muria Batik

Dari situ, Ia terus mengembangkan ide-ide kreatif rancangan motif batiknya dengan mengangkat budaya lokal dan lingkungan alam, serta legenda cerita rakyat. 

“Saat ini saya telah memiliki 27 motif batik yang telah memiliki HaKi. Batik yang paling terbaru yaitu Batik dengan motif gading gajah yang saya ambil dari penemuan gading gajah yang dimuseumkan di Kudus,” jelasnya.

Karena kegigihannya, kini Yuli menjadi anggota dan pengurus bidang keanggotaan di Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia. Keikutsertaannya itu membawa harapan agar asosiasi sebagai wadah berkumpulnya para ahli batik, mampu berjuang bukan saja sebagai penjaga budaya, namun asosiasi akan memberi dampak peningkatan kesejahteraan bagi para pembatik tulis.

“Bagaimana mau melestarikan batik dan para pembatik tulis, jika pendapatan para pembatik masih rendah?” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER