31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Cerita Yuli Cari Tanaman Langka Selama 6 Bulan untuk Bahan Pewarna Alam di Muria Batik

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemilik Muria Batik, Yuli Astuti mulai mengembangkan pewarna alam untuk bahan produknya. Selain ramah lingkungan, dia juga ingin mengembalikan ciri khas Batik Kudus yang terkenal dengan warna biru indigoferanya.

Menurutnya, warna biru alam itu menggunakan tanaman endemi Pesisir Utara Jawa yang terancam punah, yaitu indigofera tinctoria. Untuk mendapatkanya, Yuli harus mencari selama enam bulan. Setelah itu, ia pun kemudian membudidayaknnya di belakang rumahnya.

Deretan batik di Muria batik milik Yuli Astuti. Foto: Kartika Wulandari.

“Karena sudah langka, jadi saya mencoba membudidayakan tumbuhannya. Sekarang masih tahap pengembangan, saya sudah tanam di belakang rumah,” ungkapnya, Jumat (11/02/22).

-Advertisement-

Baca juga: Muria Batik Abadikan Gading Gajah Situs Patiayam jadi Motif Batik

Yuli menjelaskan, hasil warna dari tumbuhan indigofera ini sudah sangat terkenal dan diakui oleh dunia. Bahkan, menurut beberapa penilitian, warna ini adalah warna tertua yang pernah digunakan untuk pakaian.

“Warna biru dari indigofera ini sudah diakui seluruh dunia karena memiliki warna alam yang paling pekat, dan tahan lama. Bahkan pada zaman belanda, warna indigo sudah diekspor ke berbagai belahan dunia,” beber Yuli.

Mengenai cara pewarnaanya, Yuli menjelaskan, pertama daun indigofera di potong-potong, kemudian di rendam di air lalu didiamkan selama satu hari. Setelah itu, kemudian diambil ekstraknya untuk proses pewarnaan.

Baca juga: Muria Batik dan Unnes Kerja Sama Ciptakan Pembatik Muda yang Handal

“Hasil yang dikeluarkan bisa biru muda kalau pencelupanya 1-3 kali. Tapi kalau ingin biru pekat bisa dilakukan pencelupan sampai 15 kali,” tambahnya.

Kini setelah tiga tahun mencoba mengembangkan batik warna alam, Yuli mengaku budidaya tumbuhanya sudah mulai berkembang sehingga ia bisa memproduksi batik warna alam dengan jumlah banyak.   

“Kain batik pakai warna alam ini saya hargai mulai Rp500 ribu,” tandas Yuli.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER