Bantu Cari Nafkah, Anak Penyandang Disabilitas Ini Ikut Ibunya Jual Kerupuk di Pinggir Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Patimura tepatnya di sebelah Toko Rezeki, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, terlihat seorang penjual kerupuk sedang melayani pembeli. Wanita itu tampak bersemangat melayani pembeli sambil tetap mengasuh anaknya yang berada di kursi roda.

Penjual bernama Hariyanti (34) itu memang menggantungkan hidupnya dari kerupuk. Setiap harinya, ia jualan di pagi dan sore hari. Saat pagi, ia jualan di Pasar Baru mulai pukul 6.00 WIB hingga 9.00 WIB dan sorenya pindah di sebelah toko Rezeki mulai 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Dulunya, kata Hariyanti, ia bekerja sebagai penjahit borongan di pengusaha konveksi yang ada di desanya. Setelah menjahit, ia kemudian menuruti anaknya, Muhammad Naza Rohman, yang ingin keluar rumah dan ingin melihat suasana luar.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Romantis Pasangan Difabel, Dipertemukan Usai Baca Koran Radar Kudus

“Jadi awalnya itu saat si Naza mengajak jalan-jalan keluar rumah, biasanya sampai GOR Kudus. Karena ia merasa jenuh di rumah terus. Kemudian ia mengusulkan untuk membawa kerupuk sekalian untuk dijual. Dari pada keluar rumah tidak ada manfaatnya kemudian saya setuju yang diinginkan anak dengan menjual kerupuk ini,” beber Hariyanti kepada betanews.id, Sabtu (27/8/2022).

Setelah menjual kerupuk, ia kemudian tidak lagi menjahit dan hanya fokus jualan. Meski pendapatan lebih sedikit, tapi ia senang karena bisa membahagiakan anaknya dengan bisa menemani keluar rumah.

Penyakit yang diderita anaknya saat usia 6 tahun itu membuat Hariyanti membutuhkan waktu ekstra demi merawatnya dan mengurus rumah. Selain Naza, ia juga masih mempunyai seorang anak yang masih berusia 4 tahun yang juga membutuhkan perhatiannya.

“Jadi penyakit anak saya ini adalah saraf kejepit di tulang ekornya yang membuat ia kini tak bisa berjalan. Mau nggak mau saya harus menuruti dan Mendampinginya karena ia saat ini hanya bisa duduk di kursi roda,” ungkapnya.

Baca juga: Cerita Alim, Difabel Semarang yang Bertahan Hidup dengan Penghasilan Rp25 Ribu Sehari

Usaha itu, lanjutnya, sudah berjalan setahun ini. Saat awal jualan, ia hanya membawa sedikit dan terus berkembang hingga kini bisa membawa antara 70 sampai 80 bungkus.

“Kalau sepi ya kadang masih sisa 15 bungkus, kalau ramai ya habis. Jadi tidak bisa ditentukan. Sedangkan untuk pendapatan jika sepi hanya bisa membawa Rp35 ribu, dan jika ramai bisa membawa Rp70 ribu,” tuturnya warga Loram Wetan RT 5 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Ia menambahkan, kerupuk yang dijualnya itu ada banyak pilihan jenis dan ada dua ukuran, yaitu besar dan kecil. Katanya, untuk harga yang bungkus kecil Rp3 ribu dan Rp6 ribu untuk yang bungkus besar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER