Cerita Alim, Difabel Semarang yang Bertahan Hidup dengan Penghasilan Rp25 Ribu Sehari

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pohon beringin depan Kantor Kecamatan Semarang Barat menjadi tempat peristirahatan Mohammad Alim (35), saat lelah setelah berkeliling menjajakan tahu bakso, siang itu. Motor roda tiganya yang jadi alat mencari nafkah tampak terparkir tak jauh darinya. Di motor itu, tinggal tersisa sedikit tahu bakso yang dikemas dalam mika bening.

Sambil melepas lelah itu, Alim masih semangat menceritakan usahanya tersebut. Setiap harinya, ia mulai berjualan pada pukul 2.00 WIB. Tempat pertama yang dia kunjungi adalah pasar-pasar. Setelah rampung jualan di pasar, dia pulang dan menyisakan waktunya untuk adzan di salah satu masjid di Purwoyoso, Ngaliyan.

Alim, Difabel Semarang yang berjualan tahu keliling. Foto: Dafi Yusuf.

Rutinitas seperti itu, sudah dia jalani selama puluhan tahun. Mempunyai kebutuhan khusus tak membuatnya menjadi malas. Dari pagi hingga malam, jadwal Alim begitu padat.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Wanto, Pembuat Motor Roda 3 Difabel yang Dapat Apresiasi dari Anne Avantie

Dengan sepeda motor roda tiga itu, dia menjalani aktivitasnya sehari-hari. Sebelum menjadi penjual tahu, dia juga sempat menekuni  bisnis sandal. Namun, bisnis tersebut tak berselang lama karena terimbas pandemi.

“Ya akhirnya saya jualan tahu ini dan saya jual Rp7 ribu. Ini saya sedang merintis dalam sebulanan ini,” jelasnya, Rabu (8/12/2021).

Meskipun bisnis tahu bakso yang dia lakoni saat ini masih seumur jagung, dalam satu hari rata-rata jualannya selalu habis. Bahkan ada juga yang sengaja memberikan uang lebih  karena kasihan.

Awalnya Alim menyediakan tahu bakso 100 biji dalam sehari, dari hasil 100 biji dia mendapatkan penghasilan kotor paling sedikit Rp15 ribu dan paling banyak Rp60 ribu, belum dipotong bensin dan makan. Meski penghasilannya tak banyak, dia bersyukur karena masih ada penghasilan.

“Banyak sedikit tetap disyukuri, Mas. Penghasilan bersihnya, kalau dirata-rata ya Rp25 ribu sehari,” katanya menawarkan tahu bakso yang dia jual.

Selama jualan tahu bakso, dia mengaku mempunyai banyak tantangan yang harus dilewati, mulai dari pengusiran Satpol PP hingga persaingan sesama pedagang. Hal itu membuatnya pusing karena Alim baru merintis bisnis tahu baksonya itu.

Baca juga: Sambil Mengasuh Anaknya, Difabel Ini Jualan Bakso Murah Meriah di Tepi Jalan

“Kendala awal ya sering diusir Satpol-PP, setiap berhenti di tengah jalan, Satpol PP selalu datang dan mengusir,” beber dia

Permasalahan menjadi rumit, pada waktu yang sama Alim juga membutuhkan uang yang cukup banyak lantaran saat itu istrinya baru melahirkan anak pertamanya yang memakan biaya tak sedikit.

“Tahu sendirilah, kan kalau lahiran banyak pengeluaran untuk membelikan susu dan kebutuhan lain sebagainya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER