BETANEWS.ID, KUDUS – Dyah Karunia Ma’rufah tampak sedang menata bakso aci dalam kemasan frozen food untuk dijajakan di outlet Bakso Aci Makyah.id yang berlokasi di jalan Budi Utomo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Dengan dibantu satu orang karyawan, ia tampak cekatan melayani setiap pembeli yang mampir.
Saat ditemui, Dyah sapaan akrabnya bersedia berbagi cerita terkait usaha yang dirintisnya sejak 2020 lalu itu. Ia mengaku ide berjualan dan mendirikan usaha berawal dari kekurangan uang saku ditambah perasaan kasihan ketika meminta kepada orang tua.

“Awalnya itu, karena kekurangan uang saku, kalau minta uang ke orang tua terus-terusan kan kasihan. Terus iseng-iseng manfaatkan hobi memasak untuk jualan ini (baso aci),” jelasnya kepada betanews.id, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Bakso Aci Porsi Gede di Makyah.id yang Harganya Ramah Kantong
Sebelum menjual bakso aci, dirinya lebih dulu berjualan berbagai makanan mulai dari ceker, pisang kemul, dan snack. Baru pada 2020 dirinya menemukan racikan resep saat membuat bakso aci dan akhirnya fokus jualan kuliner tersebut.
“Waktu sekolah di SMK juga pernah jualan snack bahkan pernah kerudung juga. Terus waktu bikin boci karena suka masak dan kulineran akhirnya pengen bikin sendiri. Dapatlah racikan yang pas, iseng saya jual dengan sistem PO dulu,” ungkapnya.
Dyah menambahkan, keinginannya untuk memiliki usaha sejak di bangku sekolah ini tak terlepas dari peran orang tuanya yang juga memiliki usaha kuliner berupa makanan ringan.
“Mungkin karena orang tua sudah dari dulu usaha, jadi basic usaha ini turun ke saya. Selain itu juga dalam menjalankan usaha ini orang tua mendukung dan kasih semangat kalau lagi sepi,” kata mahasiswa UMK tersebut.
Dyah mengaku dalam merintis usaha ini tidaklah mudah karena banyak suka duka yang ia alami. Bahkan, dirinya harus rela mengorbankan waktu mudanya untuk fokus membangun usaha.
Baca juga: Cerita Ester Buka Usaha Pancake Jepang di Kudus Karena Terinspirasi Kuliner Viral
“Banyak suka dukanya, salah satunya tidak punya waktu main sama temen karena sibuk ngurus usaha ini. Saya juga berusaha semua saya lakukan sendiri,” ungkap Dyah.
Meski begitu, kini ia bersyukur usaha yang dijalaninya membuahkan hasil. Bakso Aci Makyah.id miliknya berkembang pesat dengan adanya inovasi frozen food. Dari situlah ia memiliki banyak pembeli yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Untuk penjualan bakso aci ini, selain dari dalam kota juga sudah sampai luar Jawa, seperti Sulawesi, Sumatra, Lombok, dan Bali,” bebernya.
Ia berharap, ke depannya bakso aci miliknya dapat diproduksi dalam skala besar dengan harga dibawah Rp12 ribu . Hal ini agar orang-orang dapat ikut menjual dan menikmati bakso aci miliknya.
“Pengennya bisa jual dibawah harga Rp12 ribu kaya Rp7 ribu. Karena banyak yang pengen ikut jual tapi mungkin kendala produksi yang masih kecil dan alat yang terbatas. jadi belum bisa untuk memenuhi keinginan pelanggan kita,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

