BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga tampak memadati lapangan sepak bola Desa Undaan Kidul, Jumat (19/8/2022). Sebagian dari mereka ada yang hanya menonton, dan sebagian lagi sibuk menerbangkan layangan berbagai bentuk.
Menurut Ketua Penyelenggara, Muhamad Trubus Wahyudi, acara penerbangan layangan itu merupakan yang pertama kalinya di Desa Undaan Kidul. Panitia dalam lomba tersebut adalah Ketua RT RW, Karang Taruna, dan Anggota Ansor.

“Tujuan pertama menyambut kemerdekaan Indonesia. Kedua dari hobi masyarakat yang antusias menerbangkan layangan saat musim kemarau,” beber Trubus.
Baca juga: Mbah Parwan, Perajin Layangan Legendaris Asal Kudus
Trubus mengatakan, acara tersebut diikuti 100 peserta dari 150 orang yang mendaftar. Menurutnya, lomba itu khusus untuk warga desa. Makanya, jika ada peserta dari luar desa, hanya bisa berpartisipasi saja tanpa dinilai.
“Jadi lomba ini total hadiah sebanyak Rp 1,5 juta,” ungkap Trubus.
Para peserta itu berebut jadi yang terbaik di dua katagori yang dilombakan, yaitu layangan tradisional dan layangan bebas (3D). Peserta juga dibagi dua, yakni anak-anak dan remaja.
Baca juga: Terimbas Pandemi, Buruh Bangunan Ini Nafkahi Keluarga dengan Bikin Layangan
Salah satu peserta Prayogi mengatakan, meski layangan yang diterbangkannya tidak ikut dinilai panitia, ia cukup senang bisa mengikuti event tersebut.
“Saya membawa layangan naga dengan diameter kepingan 35 sentimeter dan panjang 50 meter,” tutur warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

