Batik Jadi Branding SDN 2 Kembangsari Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – SDN 2 Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, hingga kini terkenal dengan brandingnya yaitu sekolah Batik. Untuk mengenalkan secara terus menerus branding tersebut, di sekolah tersebut juga terdapat kegiatan membatik.

Kepala SDN 2 Kembangsari Tukijo mengatakan, branding sekolah Batik ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 silam. Adapun singkatan dari Batik, yaitu Berbudaya, Adil, Toleransi, Inovasi dan Kreatif.

Baca juga: Peserta Didik Baru SD 2 Kembangsari Semarang Diajari Buat Batik Shibori

-Advertisement-

“Dulu waktu tahun 2017, setiap sekolah harus mempunyai branding sendiri-sendiri. Ya sudah, karena ingin mengenalkan kerajinan khas Indonesia, kita memilih Batik sebagai branding sekolah kita,” ujarnya.

Lalu, untuk menunjang branding sekolah batik, Tukijo mengaku ada beberapa kegiatan, di antaranya kelas kesenian membatik, ekstrakulikuler batik, lomba batik dan karnaval setiap Hari Batik.

Untuk kelas kesenian membatik, lanjut Tukijo, dimulai sejak kelas 3 hingga kelas 6. Dalam kelas ini, siswa diajarkan tentang teori batik dan praktik membuat batik tulis.

Kemudian untuk esktrakulikuler, diperuntukan untuk kelas 3 sampai kelas 6 dan dilakukan sepulang sekolah mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB setiap hari Kamis.

Selanjutnya, untuk kegiatan karnaval, diadakan satu tahun sekali saat memperingati Hari Batik. Biasanya siswa akan berjalan santai mengelilingi daerah sekitar sekolah dengan menggunakan baju batik.

“Dalam pelajaran dan ektakurikuler, anak-anak diajarkan membuat batik tulis secara langsung. Nah hasil karyanya itu nanti akan dibuat kemeja. Dan saat karnaval, mereka akan memakai kemeja buatannya sendiri-sendiri,” katanya.

Baca juga: SMP 2 Margorejo Pamerkan Kain Shibori Karya Siswa

“Selain membranding lewat kegiatan, setiap sisi dinding sekolah, juga ada gambar batik dari beberapa daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya membranding semata, Tukijo mengaku, adanya ektrakurikuler batik diharapkan bisa menjadi bekal sebagai peluang usaha serta menumbuhkan kreativitas anak.

“Membatik ini kan bisa sebagai bekal untuk anak ke depanya, jadi setelah punya keterampilan, nanti setelah dewasa bisa dikembangkan lagi sebagai peluang usaha, itu harapan ke depannya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER