BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan anak dari berbagai latar belakang keluarga diterima menjadi siswa-siswi SMKN Jateng Semarang, mulai dari anak pemulung, anak sopir, anak buruh tani, hingga anak tenaga kerja Indonesia (TKI).
SMKN Jateng merupakan salah satu komitmen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memberikan sekolah gratis kepada anak dari keluarga kurang mampu. Tujuannya, kata Ganjar, agar anak kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan membuka peluang mengubah nasib serta masa depan keluarganya.
“Untuk SMKN Jawa Tengah ini betul-betul kita ingin melihat siapa siswa-siswa yang belajar. Maka saya tanya satu per satu asalnya dari mana, terus kemudian background orang tuanya apa, karena ini memang kita dedikasikan buat mereka yang tidak mampu. Mudah-mudahan belajar di tempat ini nantinya akan membikin nasibnya berubah, nasib keluarganya berubah,” kata Ganjar saat berada di SMKN Jateng di Semarang, Selasa (12/7/2022).
Baca juga: SMKN Jateng Buka Kelas Khusus yang Bisa Langsung Kerja Sambil Kuliah di Jepang
Untuk diketahui, jumlah siswa baru yang diterima di SMKN Jateng Semarang tahun ini sebanyak 120 anak. Jumlah itu terdiri atas lima jurusan yaitu Bisnis Konstruksi dan Properti, Teknik Elektronika Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Masing-masing jurusan menampung sebanyak 24 siswa-siswi.
Selain di Semarang, SMKN Jateng juga ada di Purbalingga dan Pati. Semua sekolah itu menggunakan model boarding school dan menggratiskan sekolah atau tidak memungut biaya sama sekali. Pada tahun ini, SMKN Pati menerima siswa baru sebanyak 48 anak sedangkan SMKN Purbalingga menerima 96 siswa baru.
Editor: Ahmad Muhlisin

