Karena Ia Sarjana Teknik, Banyak yang Mengejek Annas saat Membuka Usaha Pentol

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu Triaswar Annas yang dibantu istrinya tampak sibuk melayani pembeli datang ke warung miliknya yang menjajakan pentol kekinian. Lokasinya berada di tepi Jalan Kudus Purwodadi, tepatnya di depan Pasar Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sesekali, pria tersebut juga mengajak interaksi dengan pembeli sambil mengoleskan bakaran yang sudah dipilih pelanggannya itu.

Tempat tersebut, siang itu tampak pembeli silih berganti berdatangan. Usai melayani pembeli, Annas begitu ia akrab disapa bersedia berbagi kisahnya merintis usaha pentol tersebut. Ia menuturkan, awal merintis sampai saat ini, masih ada teman maupun tetangganya yang mencemooh, karena ia merupakan sarjana teknik.

Triaswar Annas bersama istri saat melayani pembeli. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga: Hobi Makan Pedas Pembuka Jalan Rezeki Sari di Usaha Kuliner Pentol Ngosos

-Advertisement-

“Sampai saat ini pun masih banyak yang cemooh lantaran saya menjual pentol, karena mereka melihat background saya dari lulusan sarjana teknik. Tapi itu tidak membuat saya patah arang, karena fokus saya untuk mencari nafkah keluarga yang halal,” beber Annas kepada Betanews.id, Senin (4/7/2022).

Meski begitu, kata Annas, ia juga mendapat banyak dukungan dari kerabatnya. Hal itu juga yang menguatkan dirinya untuk terus fokus mengembangkan usaha pentol kekinian tersebut.

Ia juga menceritakan, sebelumnya ia juga pernah berkali-kali merintis usaha. Seperti halnya sablon dan pembuatan undangan hajatan. Namun hal itu tidak bertahan alias gagal.

“Selain itu, saya juga pernah bekerja di salah satu pabrik di Kudus selama kurang lebih 5 tahun. Karena ada kebijakan Omnibuslaw yang tak memberikan keuntungan bagi pekerja, akhirnya saya pun keluar,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, jauh sebelumnya saat masih bekerja, ia juga sudah berencana merintis usaha sendiri, sejak dua tahun terakhir. Namun karena istrinya belum siap terjun, akhirnya usaha yang direncanakan ditunda terlebih dahulu, sampai keduanya siap.

“Kemudian setelah lebaran tahun ini, di bulan Mei 2022 kita sepakat buka usaha sendiri dengan berjualan pentol kekinian. Sampai saat ini, alhamdullah respon masyarakat bagus,” tutur warga Desa Ngemplak RT 1 RW 3, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.

Penjualan pentol yang dikonsep kekinian, mulai dari tempat jualnya sampai varian atau isian dari pentol nya itu, mampu menarik pembeli datang. Setidaknya dalam sehari ia mampu menjual 90 sampai 100 porsi atau menghabiskan 8 kilogram adonan setiap harinya.

Baca juga: Berawal Usaha Pentol Bermodal Rp 15 Ribu, Kini Sumi Sukses Rambah Bisnis Sempolan dan Tahu Walik

Bahkan, usaha yang hampir berjalan selama dua bulan itu, mendapatkan banyak pelanggan tetap, karena rasa yang enak dan harga yang ditawarkan terjangkau. Hal tersebut yang membuat ia dan istrinya semangat, walau ejekan masih didapatinya.

“Kalau saya sih tidak terlalu memikirkan dengan cemoohan itu. Intinya saya fokus kepada usaha ini agar bisa semakin dikenal masyarakat luas dan bisa membuka cabang maupun open kemitraan bagi yang berminat,” ucap bapak satu anak tersebut.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER