Pemdes Tunjungrejo Pastikan Korban Banjir Bandang Dapat Bantuan Tiap Hari

BETANEWS.ID, PATI – Kepala Desa Tunjungrejo Mochammad Ali Zuhdi memastikan korban banjir bandang mendapatkan bantuan setiap hari. Bantuan itu berupa makan dua kali sehari dan bahan-bahan pokok yang bisa langsung dimasak.

“Dari desa mengupayakan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari. Dari RT yang tidak terdampak juga memberikan makanan siap saji dan minuman setiap pagi dan siang,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (30/6/2022).

Selain bantuan makanan, Pemdes setempat juga menyediakan posko kesehatan. Ada petugas kesehatan dari puskesmas I Margoyoso yang berjaga mengecek keadaan warga yang terdampak. Bahkan perangkat desa dan relawan juga aktif berjaga setiap harinya.

-Advertisement-

Baca juga: 3 Hari Usai Banjir Bandang, Tanggul Jebol di Tunjungrejo Pati Belum juga Diperbaiki

Selain itu, Pemdes Tunjungrejo juga menyediakan posko pengungsian. Namun menurut Ali, saat ini tidak ada warga yang mengungsi.

“Akibat bencana kemarin ada 26 rumah yang terdampak, 5 di antaranya rusak parah. Waktu hari pertama, ada 5 keluarga yang mengungsi. Tapi di hari ketiga ini, hanya 2 rumah yang mengungsi di rumah kerabatnya, bukan di posko pengungsian,” jelasnya.

Akibat bencana kemarin lusa, Ali menaksir kerugian mencapai Rp500 juta. Itu terdiri dari kerusakan bangunan, elektronik, surat-surat berharga, hingga perabotan rumah tangga.

Salah satu warga, Sarmini (65) mengaku telah menerima berbagai bantuan, baik makanan langsung makan hingga bahan mentah seperti mi instan, beras, minyak goreng, dan lainnya.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Tunjungrejo Pati, Puluhan Rumah Rusak

“Iya, dapat bantuan dari desa. Tapi kalau disuruh meminta, saya tidak perlu dapat bantuan, asalkan rumah saya tetap baik,” katanya dengan mata terharu.

Rumahnya yang berada paling dekat dengan tanggul, itu memang rusak parah. Dapurnya jebol dan lumpur memenuhi seluruh ruangan rumahnya. Untuk itu, tiap malam, pihaknya memilih untuk tinggal bersama anaknya yang berada cukup jauh dari tanggul.

“Takut kalau tiba-tiba jebol lagi. Jadi kalau malam tinggal bareng anak, pagi ke sini (ke rumahnya yang rusak),” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER