31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Ganjar Dukung Cara NU Ajarkan Antiradikalisme dan Toleransi Sejak Dini

BETANEWS.ID, PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung penuh Nahdlatul Ulama (NU) membekali anak-anak terkait antiradikalisme dan toleransi sejak Madrasah Diniyah (Madin). Ia siap memberikan dukungan dan bekerjasama untuk memuluskan program itu.

“Sebenarnya cita-cuta utamanya bagaimana anak-anak kita mulai dari madin itu sudah diajarkan Aswaja. Jadi itu benar-benar dilaksanakan dengan harapan kelak kemudian hari nilai-nilai keagamaan yang akan diamalkan itu sesuai dengan yang dikembangkan oleh NU,” kata Ganjar saat menghadiri acara Launching Madin NU se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren PDF Walindo Pekalongan, Rabu (15/6).

Selama ini, lanjut dia, NU sudah memberikan contoh beragama dengan baik. Para sesepuh Nahdliyin telah menunjukkan rasa toleransi, rasa kemanusiaan yang tinggi, dan selalu mendamaikan.

-Advertisement-

Baca juga: Paham Radikalisme Menyebar Lewat Medsos, Hartopo: ‘Harus Kita Lawan Demi Keutuhan NKRI’

“Para sesepuh itu selalu adem dalam bersikap, ya bertindak dan berbicara. Itu adem semuanya. Inilah yang kemudian generasi mudanya harus disiapkan untuk itu,” jelasnya di acara yang dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Kakanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori, Ketua RMI PBNU KH Muhammad Dian Nafi’, dan sejumlah ulama lainnya.

Salah satu caranya adalah dengan melaunching Madin NU se-Jateng. Harapannya, sejak di bangku Madin, anak-anak sudah diajarkan dengan nilai-nilai Aswaja.

Ganjar justru berharap, tidak hanya di Madin, ajaran Aswaja bisa dilakukan disetiap jenjang pendidikan, mulai Paud, TK, SD, SMP, SMA, dan seterusnya.

Baca juga: Paham Radikalisme Menyebar Lewat Medsos, Hartopo: ‘Harus Kita Lawan Demi Keutuhan NKRI’

“Kalau itu bisa, kita harapkan tidak ada lagi yang berkelahi pada urusan-urusan yang selama ini muncul di medsos. Seolah-olah kita menjadi terbelah-belah,” tegasnya.

Padahal, lanjut dia, ada tantangan masa depan yang semakin kompleks. Anak-anak harus disiapkan dengan modal nilai-nilai tersebut.

“Jadi ilmu pengetahuannya bagus, agamanya bagus, kepribadiannya bagus, sehingga mereka siap menghadapi Indonesia di masa depan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER