BETANEWS.ID, PATI – Saat musim hujan tiba, wilayah selatan di Kabupaten Pati, khususnya di Kecamatan Sukolilo menjadi kawasan yang terendam banjir. Banyak persawahan hingga pemukiman warga yang terendam banjir hingga berhari-hari.
Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati akan mencanangkan Desa atau Kampung Tangguh Bencana.
Baca juga: Waspada! BPBD Pati Prediksi Gelombang Tinggi Kembali Terjadi Pertengahan Juni
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menyebut, pembentukan Desa Tangguh Bencana di wilayah tersebut, rencananya akan dilakukan pada Agustus atau September 2022 sebelum masuk musim hujan.
Dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana, menurut Martinus, tidak bisa disekat atas nama desa. Tapi, dalam menanggulangi bencana, perlu kesiapsiagaan dari seluruh wilayah yang dilewati aliran sungai.
“Kita satukan masyarakat dari hulu ke hilir. Kita wadahi jadi satu wadah, ada kepedulian bersama. Ketika curah hujan tinggi, masyarakat di atas memberi informasi ke masyarakat di bawah sebagai upaya antisipasi kemungkinan terjadinya banjir,” kata Martinus saat ditemui Betanews.id beberapa waktu lalu.
Di Kecamatan Sukolilo sendiri, lanjut Martinus, akan ada sekitar 4 desa yang difasilitasi menjadi Kampung Tangguh Bencana. Seperti Desa Kasiyan yang tiap musim hujan menjadi langganan banjir dan terdampak luapan air sungai.
“Masyarakat di sana akan kita berikan edukasi, bagaimana mengurangi kerugian atau kerusakan saat bencana sampai terbentuk forum masyarakat pengurangan risiko bencana. Sehingga memiliki kemampuan mengurangi risiko bencana,” jelas Martinus.
Baca juga: Ganjar Minta Relawan BPBD se jateng Siap Hadapi Cuaca Ekstem di Juni-Juli
Langkah pembentukan Desa Tangguh Bencana pun sudah pernah dilakukan BPBD Pati sebelumnya. Setidaknya sampai tahun 2021 ada sekitar 18 desa di Pati yang sudah mendapatkan pelatihan dan edukasi terkait kebencanaan oleh BPBD Pati. Terakhir di Kecamatan Dukuhseti ada 8 desa terdiri dari berbagai unsur masyarakat, diwadahi BPBD Pati dalam upaya pengurangan risiko bencana. Seperti di Desa Puncel dan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati.
“Di tahun 2020 kita sudah bentuk masyarakat tangguh bencana di Desa Gadingrejo, Doropayung, Kecamatan Juwana. Kemudian tahun 2021 di Desa Puncel dan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti. Kami sudah latih ilmu tentang kebencanaan,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

