Sedekah Bumi di Pati Bisa Jadi Daya Tarik Wisata Budaya yang Menjanjikan

BETANEWS.ID, PATI – Tradisi sedekah bumi yang kental dengan masyarakat Kabupaten Pati bisa jadi destinasi wisata budaya yang menjanjikan. Tradisi yang dilaksanakan setiap bulan Apit atau Zulkaidah itu dirayakan di 401 desa dari 21 kecamatan. Tontonannya pun beragam, mulai dari ketoprak, wayang, hingga dangdutan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono mengungkapkan, acara sedekah bumi biasanya bertempat di cikal bakalnya desa. Seperti di Desa Tamansari, berlangsung di depan Sendang Sani yang dipercaya sebagai cikal bakalnya desa setempat.

Hal itu pun bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke desa tersebut. Orang-orang yang datang bukan hanya warga sekitar, tapi juga banyak orang dari luar wilayah.

-Advertisement-

Baca juga: Melihat Kemeriahan Sedekah Bumi di Sendang Sani Pati

“Potensi itu bisa menjadi wisata budaya. Ada pertunjukan wayang kulit, ketoprak, dan lainnya, sebagai langkah nguri-nguri kebudayaan sekaligus rasa syukur bisa diberikan ketenteraman dan hasil panen yang bagus. Orang-orang yang hadir bisa melihat pertunjukan, ada yang berjualan, sehingga membuat roda perekonomian di desa tersebut berputar,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/6/2022).

Pihak desa pun, lanjut Rekso, bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan kelebihan yang dimiliki. Kendati telah diizinkan menyelenggarakan kegiatan di masa pandemi covid-19, tapi semuanya harus mendapatkan izin dari gugus Covid-19 setempat dan protokol kesehatan tetap dilakukan.

Baca juga: PAD dari Sektor Wisata di Pati Tahun Ini Ditarget Rp 283 Juta

“Hal itu sudah kamu sosialisasikan, imbau ke pihak desa, agar tidak terlalu terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Dinporapar pun, lanjut Rekso, tetap melakukan pengawasan di tiap desa yang menyelenggarakan sedekah bumi. Sosialisasi protokol kesehatan pun gencar dilakukan, baik itu lewat surat resmi maupun secara lisan.

“Tetap nguri-nguri kebudayaan tapi tidak menimbulkan penyebaran penyakit,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER