31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Belum Terima Surat Resmi Pencabutan HET, Disdagperin Pati Sebut Migor Curah di Pasaran Masih Stabil

BETANEWS.ID, PATI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati belum mendapatkan surat resmi mengenai pencabutan subsidi minyak goreng curah per tanggal 31 Mei 2022 lalu. Meskipun di beberapa daerah harga migor curah melambung naik, di Kabupaten Pati sendiri dikatakan masih stabil.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagperin Pati menyebut, agen menjual migor curah sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14 ribu per liter dan Rp 15 ribu per kilogram.

Baca juga : Subsidi Dicabut, Minyak Goreng Curah di Kudus Mulai Langka

-Advertisement-

“Secara riil terkait aturan pencabutan subsidi migor curah kami belum menerima, hanya mengetahui dari informasi-informasi media massa. Sampai dengan ini kami belum ada informasi bahwa harga migor di pasar naik, jadi kami lakukan pemantauan saja. Beberapa hari ini, migor curah stoknya masih tersedia dan aman. Agen juga menjualnya masih HET,” ungkap Kuswantoro saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/6/2022).

Meskipun di pasaran pedagang menjual dengan harga Rp 1 ribu di atas HET, menurut Kuswantoro, itu masih wajar. Masyarakat pun dikatakannya belum merasa kesusahan mencari maupun membeli migor curah.

“Ketersediaan sampai hari ini masih aman, cukup. Gejolak yang terjadi di masyarakat juga belum berpengaruh, masih biasa-biasa saja. Subsidi memang dicabut, tapi instruksi berapa batas migor curah harus dijual berapa, belum ada instruksinya. Sehingga bagi kami, selama masih di batas wajar kami belum mempermasalahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Pasar Puri Baru Pati Jasmi mengatakan, menjual migor curah seharga Rp 17 ribu per kilogramnya. Sudah seminggu ini, ia harus menaikkan harga jualnya, karena memang harga yang didapatkannya dari distributor ada kenaikan.

Baca juga : Dapat Kiriman 4,5 Ton, Toko Minyak Goreng Curah di Kudus Ini Langsung Diserbu Pembeli

“Sudah seminggu ini saya jual Rp 17 ribu per kilogram,” katanya.

Seminggu ini pula, Jasmi menyebut cukup susah mendapatkan migor curah. Stoknya memang ada, hanya saja masih perlu antre dan mulai telat pengiriman.

“Saya tidak tahu kenapa begitu. Tapi memang sekarang telat. Gak susah carinya, tapi perlu antre dulu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER