BETANEWS.ID, JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengunjungi warga kampung nelayan di Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Jumat (27/5/2022). Dalam kunjungan itu, dia memberikan bantuan untuk warga yang terdampak rob.
Edy mengatakan, banjir rob ini merupakan fenomena alam puncak pasang tertinggi. Banjir rob di Desa Panggung terjadi di wilayah RT 9, 10, dan 11 RW 3. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir air pasang ini.
“Hari ini kami memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir rob. Semoga menjadi amanah, dan berkah. Serta diberikan kesehatan kepada mereka,” kata Edy.
Baca juga: 22 Ribu Warga Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir Rob
Untuk tindak lanjutnya, masyarakat pesisir diminta waspada sambil menunggu perkembangan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jawa Tengah.
“Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) sudah berlaku sejak kemarin,” katanya.
Kepala BPBD Jepara Arwin Nor Isdiyanto mengatakan, hampir sepanjang pantai di Jepara, mulai Kecamatan Kedung, Jepara, Mlonggo, hingga Donorejo terdampak rob yang saat ini sudah surut.
Selain mengenangi rumah warga. Banjir rob juga menggenangi area persawahan. Setidaknya 10 hektare sawah di Desa Karanggondang juga terkena banjir rob.
“Saat ini kondisinya sudah aman dan terkendali. Masyarakat sudah beraktivitas normal,” kata dia.
Baca juga: Seperlima Lahan Tambak di Pati Tedampak Rob, Pemkab saat Ini Masih Mendata Kerugian
Menurut Arwin, citra satelit BMKG memperkirakan potensi rob terjadi hingga akhir bulan Mei dan terjadi mulai pukul 13.00 WIB hingga sore hari.
Maka dari itu, Arwin mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
“Bagi masyarakat terjadi musibah di wilayahnya segera melaporkan ke Call Center BPBD Jepara (0291) 598291 dan Whatsapp 0811 2766 451,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

