BETANEWS.ID, KUDUS – Asap mengepul dan aroma daging kambing yang dibakar terasa memanjakan hidung saat berada di pertigaan Desa Karangbener arah Universitas Muria Kudus (UMK) Kecamatan Bae, Kudus. Aroma tersebut berasal dari seorang perempuan yang sedang membakar puluhan tusuk sate kambing di sebelah warungnya. Perempuan tersebut yakni Siti Uryati (54) pemilik Warung Sate dan Gule Mbak Ur.
Usai membakar dan menyajikan beberapa porsi sate untuk pelanggan, perempuan yang juga disapa Nafa Urbach itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, mulai merintis usaha kuliner yakni sate dan gulai kambing sejak tahun 2000. Pengalaman memasak daging kambing didapatkannya, karena sebelumnya ia membantu mertuanya yang punya usaha serupa.

Baca juga : Makan Sate Kambing di Sini Harganya Cuma Rp 15 Ribu, Bisa Ambil Nasi Sepuasnya
“Saya bantu di warung mertuaku sekitar dua tahun. Karena saya ingin mandiri dan punya usaha sendiri, saya pun kemudian merintis usaha warung sate dan gulai kambing,” ujar Nafa Urbach kepada Betanews.id, Sabtu (21/5/2022).
Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengungkapkan, dulu awal merintis warungnya berada di depan Kantor Polsek Bae dengan status sewa lahan. Warung sate dan gulenya saat itu langsung ramai dan laris.
“Saya berjualan di tempat tersebut selama 20 tahun. Saking larisnya saya juga pernah buka cabang di sebelah utara Taman Budaya Bae, Kudus, tapi hanya bertahan satu setengah tahun saja,” bebernya.
Setelah dua dasawarsa, lanjut Nafa Urbach, sewa lahan warung satenya tak boleh diperpanjang. Sehingga sejak dua tahun lalu warung dipindah ke Jalan Gondangmanis, Desa Karangbener yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah, meski pindah tempat, warung sate dan gulai kambing saya tetap laris dan ramai pembeli,” ungkap ibu dari empat anak tersebut.
Dia menuturkan, Warung Mbak Ur menjual aneka olahan daging kambing. Di antaranya, sate kambing yang dibanderol Rp 35 ribu per porsi. Dapat 10 tusuk sate kambing berikut nasi dan minum. Kemudian ada gulai kambing yang dijual dengan harga Rp 20 ribu per porsi, sudah berikut nasi dan minumnya.
“Kami juga menjual tongseng dan rica-rica kambing, harganya sama dengan sate,” ungkapnya.
Baca juga: Nikmatnya Sate Kambing H Slamet yang Sehari Habiskan 8 Ribu Tusuk
Dia menuturkan, warung sate kambingnya lumayan laris. Pelanggannya tidak hanya orang sekitar, tapi juga ada orang Pati, Jepara, Grobogan, Demak hingga Semarang.
“Dalam sehari biasanya saya mampu menjual 500 tusuk sate kambing. Jumlah itu akan bertambah beberapa kali lipat saat musim hajatan. Sebab biasanya saya dapat pesanan sate kambing,” bebernya.
Editor : Kholistiono

