BETANEWS.ID, SOLO – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno memprediksikan puncak arus mudik di Kota Solo terjadi pada 28 hingga 30 April 2022. Sedangkan untuk arus balik, diperkirakan akan mengalami puncaknya pada 8 Mei 2022.
Lantaran banyaknya kendaraan yang masuk atau melintas di Solo, dipekirakan pula pada 3 hingga 8 Mei akan terjadi puncak kemacetan di wilayah internal Solo atau bahkan di wilayah Solo Raya.
“Informasi Wonogiri itu sudah mulai menyemut, banyak sekali pemudik yang tentunya Solo juga terdampak nanti,” kata dia, Senin (25/4/2022).
Baca juga: Pemkot Solo Siapkan 3 Bus Mudik Gratis untuk 150 Warganya di Jakarta
Menurut data prediksi, Hari menyebut bahwa akan ada kenaikan volume kendaraan yang cukup tinggi pada Lebaran 2022, yakni 91,46 persen dengan jumlah kendaraan mencapai 7,4 juta. Angka tersebut terbilang tinggi dibandingkan tahun 2020 yang hanya 3,8 juta kendaraan dan pada 2021 hanya 3,6 juta kendaraan saja.
“Prediksi ini didasari dengan euforia tidak boleh mudik dua tahun, dan ini koyo disengkakke mungkin wes pie carane pokkoke iso mulih (dan ini seperti dibisakan, mungkin seperti bagaimana caranya pokoknya bisa pulang). Total H-7 sampai H+7 dan memang dari counting kita yang per hari sekitar 500 (ribu),” papar Hari.
Dengan prediksi volume kendaraan yang tinggi, Hari tidak menganjurkan kepada warga untuk melakukan mudik dengan menggunakan kendaraan roda dua. Megingat, kementerian Perhubungan (kemenhub) telah menyiapkan layanan mudik gratis bagi penumpang dan truk untuk mengangkut kendaraan roda dua yang dibawa.
“Nanti semua akan turun di terminal Tirtonadi. Jadi prediksi terminal itu tanggal 29 itu sudah mulai berdatangan, karena penjemputan busnya, Kamis itu sudah mulai berangkat,” kata dia.
Baca juga: Untuk Pemudik, Ini Beberapa Titik Rawan di Jateng yang Perlu Diwaspadai
Dengan prediksi naikya volume kendaraan pada saat arus mudik ini, menurut Hari, ada beberapa faktor hambatan yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah, dengan adanya bus mudik gratis yang menuju ke Kota Solo, berarti perlu adanya kesiapan dan koordinasi untuk mengantisipasi arus lalu lintas yang terhambat akibat kedatangan bus mudik gratis tersebut.
“Ditambah juga event Pemkot selama Ramadan seperti Semarak Ramadhan Beteng Vasterburg, Pasar Takjil Tiban dan Night Market, serta event Pemkot selama Lebaran seperti Bakdan ning Balekambang, Syawalan Jurug, di Beteng Vastenburg, dan juga salat Id yang menggunakan badan jalan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

