BETANEWS.ID, KUDUS – Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi petugas pasar di Kabupaten Kudus, dalam rangka program pasar pangan aman berbasis komunitas.
Bertempat di Lantai 3 Pasar Bitingan Kudus, beberapa petugas pasar diajari cara menguji kandungan yang ada dalam makanan yang diperjualbelikan di pasar. Khususnya mendekati waktu Lebaran Idul Fitri seperti saat ini.

Baca juga : BBPOM Akan Lakukan Pengecekan Jajanan Anak Sekolah di Kudus
Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad mengapresiasi program BPOM dalam hal pengawasan aman pangan di wilayah Kabupaten Kudus, terutama di wilayah Kecamatan Jati. Harapannya, petugas pasar dan puskesmas serta DKK mampu secara rutin dan berkala mampu mengawasi produk bahan pangan yang diperjualbelikan.
“Jadi dengan Bimtek ini, petugas mampu mengetahui cara pemeriksaan makanan dengan jelas. Bahan apa yang dipakai,” kata Ahmad ditemui di lokasi, Selasa (19/4/2022).
Setidaknya ada sekitar 50 jenis makanan yang dijadikan sampel pengujian kali ini. Ahmad menyebut, ada empat hal kandungan yang diuji dalam makanan. Yakni adanya kandungan zat rhodamin B, boraks, formalin, atupun metanil yellow.
Ada dua cara dipelajari dalam melakukan uji coba kandungan makanan yang diajarkan. Paling sederhana yakni dengan sinar UV, dan kedua dengan meneteskan bahan-bahan untuk tes kit, sesuai dengan arahan pihak BPOM.
Setelah melakukan pengujian selama sekitar 2 jam, ada 7 makanan dari 50 sampel, yang positif mengandung bahan berbahaya. Ditambah dengan dua makanan positif boraks.
“Dari sampel ada 7 yang positif. Dua lagi diambil untuk diperiksa lebih lanjut, sebab positif boraks. Karena boraks harus diuji ulang untuk memastikan kandungan bahan berbahaya di dalamnya,” jelas Ahmad.
Dengan hasil yang didapat, Ahmad menjelaskan, selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak pasar untuk menindaklanjuti temuan yang ada. Yakni, melakukan edukasi ke pedagang dengan adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya. Diharapkan hal ini mampu menjadi perhatian oleh para pedagang.
Baca juga : Belum Ada Izin Edar dari BPOM Sebagai Obat Covid, 750 Invermectin di RS Aisyiah Kudus Nganggur
Apalagi dengan mengkonsumsi banyak makanan mengandung bahan berbahaya secara berlebihan, bisa menyebabkan permasalahan kesehatan yang berkelanjutan.
“Nanti akan kita lakukan pendataan, mencari tau masalah awalnya dari mana dan seperti apa,” tandas Ahmad.
Editor : Kholistiono

