Masuk Pertengahan Ramadan, Pasar Klewer Solo Masih Sepi

BETANEWS.ID, SOLO – Para pedagang atau bakul di Pasar Klewer Solo harap-harap cemas menjelang momen Lebaran tahun ini. Sebab, pengunjung yang datang ke Pasar Klewer untuk membeli kebutuhan baju lebaran dan lainnya tidak seramai tahun-tahun lalu sebelum pandemi.

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Klewer Sumiyati (59) mengaku, penjualan pada Ramadan kali ini tidak seramai pada tahun-tahun sebelum pandemi. Bahkan, menurutnya penjualan tidak lebih banyak pada tahun lalu.

Beberapa pengunjung Pasar Klewer tampak sedang memilih baju muslim. Foto: Dafi Yusuf.

Baca juga : Jelang Lebaran, Pasar Klewer Dipadati Pengunjung

-Advertisement-

“Pas Ramadan dapat satu minggu lalu, masih banyak yang cari baju, tapi tiga hari kemarin udah sepi, nggak ada orang cari lagi,” ujar wanita asal Semanggi, Pasar Kliwon itu.

Sumiyati mengaku, biasanya ia bisa menjual sekitar 20 potong pakaian dalam sehari. Namun, kali ini ia hanya bisa menjual beberapa potong pakaian saja dalam sehari. Biasanya, menuruntya banyak bakul yang membeli secara grosiran, namun kali ini juga sepi.

“Biasanya hari besar gitu ya ramai, tapi ya itu, nawarnya juga di bawah harga kulak. Padahal harga eceran sama grosir beda,” ujarnya.

Menurut Sumiyati, kalau untuk pembeli grosiran, biasanya berdatangan hingga pertengahan Ramadan, dan setelah itu sudah tidak ada lagi. Hanya pembeli yang datang membeli secara eceran saja.

“Biasanya ramai lagi setelah lebaran, kalau sekarang ini bakul-bakul sudah menyetop, tinggal orang yang udah keluar THR, buat sendiri-sendiri aja, buat lebaran,” kata dia.

Apalagi, di era digital saat ini, pedagang di pasar tradisional juga harus bersaing dengan para pengusaha yang berjualan secara online. Sehingga penghasilan para pedagang di pasar tradisional juga ikut terdampak karena banyak masyarakat yang saat ini juga lebih memilih belanja melalui berbagai e-commerce.

“Disyukuri aja, soalnya sendirian, kan banyak online sekarang, itu berpengaruh banyak. Dulu waktu belum ada online shop omzetnya tinggi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Tafip Harjono menyampaikan, biasanya kenaikan penjualan terjadi pada pekan pertama bulan Ramadan. Para pedagang juga mempersiapkan stok pada dua minggu sebelum Ramadan. Namun menurutnya, penjualan kali ini sudah mencapai batas maksimal pedagang, bahkan tidak sesuai target.

Baca juga : Kebut Vaksinasi Booster untuk Pedagang Pasar, Gibran: ‘Ini Upaya Pemulihan Ekonomi’

“Ya ini sebetulnya di minggu-minggu ini bisa dikatakan peningkatan yang paling maksimal. Kalau dilihat sekarang, yang para bakul sudah sedikit. Tinggal mereka yang membeli eceran saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Tafip mengatakan, bahwa tetap ada kenaikan penjualan di awal Ramadan ini. Apalagi pada lebaran kali ini, perturan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak seketat tahun lalu saat Covid-19 sulit dikendalikan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER