31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Berusia 6 Abad, Bangunan Masjid Sekayu Semarang Banyak yang Masih Asli

BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa jemaah mulai berdatangan saat azan asar mulai berkumandang di Masjid Taqwa Sekayu, Jalan Sekayu RT 05 RW 01, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Mereka tampak melewati gang kecil untuk menuju masjid tertua di Jawa Tengah itu.

Masjid Sekayu memang tak semewah masjid kebanyakan, karena pengelola masih mempertahankan bentuk asli masjid yang dibangun pada 1413 itu. Bahkan menurut Pengelola masjid Sekayu, Achmad Arief (74), masih banyak bagian-bagian masjid yang masih asli dan tak tersentuh pemugaran.

Sampai sekarang, masjid peninggalan Kiai Kamal iyu sudah mengalami pemugaran sebanyak enam kali. Meski begitu, beberapa bagian masih dipertahankan menjadi keaslian masjid, meliputi Makam Mbah Kiai Kamal, kubah atau mustoko masjid, empat soko tatal yang menyangga masjid, dan pintu depan masjid.

-Advertisement-

Baca juga: Masjid Sekayu, Masjid Tertua di Jateng yang Dibangun Sebelum Masjid Agung Demak

“Empat pilar kayu yang memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan diameter 100 cm itu terbuat dari kayu jati dan masih asli dari awal pembuatan,” ungkapnya, Senin (11/4/2022).

Arief menceritakan, awalnya lokasi Masjid Sekayu merupakan tempat tinggal untuk para santri yang ditugaskan untuk menampung kayu pembangunan Masjid Agung Demak. Seiring  berjalannya waktu, tempat tersebut menjadi masjid.

Kayu yang ditampung di daerah Sekayu berasal dari berbagai daerah seperti Ambarawa, Ungaran Kendal hingga Weleri.

Baca juga: Masjid Madureksan, Pengadilan di Zaman Sunan Kudus yang Lebih Tua dari Masjid Menara

“Jadi dulu itu kayu-kayu jati dikumpulkan di sini, sebelum dikirim ke Demak untuk proses pembangunan masjid Agung,” katanya.

Saking tuanya, lanjut Arief, sejumlah peneliti dari berbagai negara seperti Prancis, Vietnam, Mesir dan Afrika Selatan sempat melakukan penelitian di sana.

“Orang dari luar negeri juga pernah beberapa kali melakukan penelitian di sini,” pungkas Arief.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER