BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus mengadakan bimbingan teknis enumerator di @Hom Hotel, Rabu (6/4/2022). Ada 61 peserta yang berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Kota, Jati dan Mejobo.
Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, peserta bimtek terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping desa, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial dan lainnya.

Baca juga : Kudus Kebagian Rp 1 Miliar dari Pemprov Jateng untuk Pengembangan UMKM
Ia mengatakan, bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada enumerator terkait Pendataan Lengkap Koperasi dan UMKM (PL-KUMKM) di Kudus pada tahun 2022. Di mana, pendataan lengkap ini sebagai upaya percepatan pembangunan basis data tunggal yang dimasukkan ke Sistem Informasi Data Tunggal KUMKM (SIDT-KUMKM).
“Tujuan PL-KUMKM ini untuk mempercepat proses pembangunan basis data tunggal koperasi dan UMKM. Serta memberikan gambaran tentang performa, struktur ekonomi nasional, menurut wilayah, lapangan usaha maupun skala usaha,” jelas Rini.
Lebih lanjut, Rini mengungkapkan, bahwa bimtek ini akan berlangsung selama dua hari. Targetnya, nanti mampu mendata sekitar 61 ribu koperasi dan UKM di Kabupaten Kudus sendiri. Dari target di Jawa Tengah sekitar 2,2 juta dan nasional sebanyak 14,5 juta.
“Jadi pendataan ini akan dilakukan bertahap. Pertama itu bulan ini, nanti akan berlanjut selama lima bulan, sampai Agustus 2022,” katanya.
Baca juga : BLK Kudus Adakan 10 Jenis Pelatihan Kejuruan Selama Tahun 2022
Bila selama ini data Koperasi dan UKM di Kudus masih terlalu global, dengan pendataan ini, Rini berharap mampu mendata lebih lengkap dan detail lagi. Mulai dari titik koordinat lokasi usaha, alat produksinya, jenis usahanya, dan lainnya.
“Sejauh ini data di kami, UMKM di Kudus ada 17.184 serta koperasi ada 543, dan itu masih global. Jadi ini kami berusaha untuk melakukan pendataan lebih lengkap, lebih detail lagi,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

