BETANEWS.ID, SOLO – Hari kedua Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20 digunakan delegasi berbagai negera untuk mengikuti City Tour, salah satunya ke Rumah Dinas Wali Kota Solo atau Loji Gandrung. Di sana, mereka melihat pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan di Kota Solo, salah satunya adalah batik.
Ditemui di Loji Gandrung usai acara, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, menurutnya banyak delegasi yang tertarik pada UMKM unnggulan dari Kota Solo.

“Yang di sana (Hotel Alila) tadi saya lihat batiknya banyak banget penjualannya. Pada seneng batik, yang di museum nanti pada beli batik juga pasti,” kata Gibran, Kamis (31/3/2022).
Baca juga: Makin Eksis Sejak Dipakai Gibran, Batik Paundra Diajak Meriahkan Hari Batik Nasional 2022
Apalagi, setelah kunjungan di Loji Gandrung, para delegasi juga masih akan diperlihatkan koleksi batik lain di Mueum Batik Danar Hadi. Menurutnya, yang sangat tertarik dengan batik adalah peserta dari Malaysia dan India.
“Saya lihat yang paling seneng sama batik tadi yang dari Malaysia sama India kayaknya, seneng banget sama batik kita, terutama yang kain ya,” ujarnya.
Apalagi, delegasi anggota G20 itu juga akan mengenakan batik saat mengikuti Gala Dinner di Pura Mangkunegaran, Sabtu malam ini.
Lebih lanjut, Menurut Gibran, dengan banyaknya prouk UMKM unggulan Kota Solo yang diikutkan untuk berpartisipasi dalam acara internasional itu akan memberikan dampak yang baik. Khususnya di bidang pariwisata, mengingat saat ini kondisi Pandemi Covid-19 yang sudah melandai.
Baca juga: Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Pembahasan di Forum TIIWG G20 Sesi Pertama
“Ya pasti hotel-hotel jadi ramai, UMKM ikut berpartisipasi, seniman-semnian ikut berpartisipasi, destinasi wisata kita bisa dipamerkan keseluruh peserta rapat tadi ya impactnya pasti ada,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, para delegasi G20 dapat mempelajari banyak hal mengenai batik di Museum Batik Danar Hadi, Solo.
“Mereka bisa belajar berkaitan dengan batik, bagaimana membuat batik, sejarah batik dan lain sebagainya. Kita perlu, walaupun sudah ditetapkan oleh PBB, UNESCO walau batik itu merupakan heritage dari Indonesia, tugas kita tidak berhenti di situ. Tugas kita harus terus memperkenalkan dan menduniakan batik,” tandas Agus.
Editor: Ahmad Muhlisin

